Saldo Normal

Saldo normal adalah saldo perkiraan ketika bernilai positif. Contoh :

saldo normal dari Piutang adalah positif atau bertambah ketika perkiraan tersebut pada posisi “Debet” yaitu pada saat terjadinya penjualan barang atau Jasa. Misalkan PT. Peralatan Rumah Tangga menjual barangnya pada tanggal 5 Desember 2011 sebesar Rp. 7.000.000,- maka Jurnalnya adalah :

Dr. Piutang                 Rp. 7.000.000

Kr. Penjualan              Rp. 7.000.000,
Sedangkan saldo Normal kelompok “Hutang” seperti Utang gaji, Utang Bank, utang pembelian dll bersaldo normal “Kredit” karena penambahan Utang adalah pada saat posisi Utang tersebut disisi “Kredit”. Contoh : PT. Peralatan Rumah Tangga tersebut diatas pada tanggal 19 Agustus 2011 mendapat pinjaman dari Bank Central Africa sebesar Rp. 90.000.000,- maka jurnal tersebut diatas adalah :

Dr. Bank             Rp. 90.000.000

Kr. Utang Bank      Rp.90.000,-

artinya adalah bertambahnya Bank dan Utang Bank sebesar Rp. 90.000.000 yang berarti saldo normal “Bank” adalah Debet dan saldo normal Utang Bank adalah Kredit. Tabel dibawah berikut adalah tabel saldo normal dari masing-masing Jenis Perkiraan/Account

Aset/Aktiva Debit Kredit Saldo Normal
Liabilitas/Kewajiban Kredit Debit Kredit
Modal Kredit Debit Kredit
Penjualan/Pendapatan Kredit Debit Kredit
Biaya Debit Kredit Debit

Setiap transaksi Haruslah minimal ada 2 perkiraan yang akan dipengaruhi, dan salah satu perkiraan harus ada yang diposisi Debit dan perkiraan yang lain harus disisi kredit sebagai penyeimbang.

Untuk contoh-contoh pencatatan silahkan lihat diartikel-artikel lainnya.

 

One Comment

  1. Comment by Ary:

    I ought to say, as a whole lot as I enjoyed stuidyng what you needed to say, I couldnt assist however lose interest soon after a while. Its as in the occasion you had a unbelievable grasp on the subject matter, however you forgot to consist of your readers. Maybe it’s essential to think about this from far far more than one angle. Or probably you shouldnt generalise so considerably. Its much better should you concentrate on what others could have to say instead of just going for a intestine reaction to the topic. Think about adjusting your private believed process and giving others who might learn this the profit with the doubt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *