PENETAPAN HARGA POKOK SISTEM PERIODIK – METODE RATA-RATA

Didalam perhitungan Harga Pokok penjualan dengan menggunakan metode Periodik atau Metode Fisik dapat diketahui dengan perhitungan sbb:

HARGA POKOK PENJUALAN :
PERSEDIAAN AWAL Rp. XXX
PEMBELIAN BERSIH Rp. XXX +
PERSED.BRG U/ DIJUAL Rp. XXX
PERSEDIAAN AKHIR Rp   XXX –
HARGA POKOK PENJUALAN Rp. ……

1. Persediaan awal tahun diketahui berdasarkan saldo akhir tahun lalu
2. Pembelian didapat dari data pembelian selama periode tahun laporan
3. Persediaan Barang dijual dapat dihitung dari data Persediaan Awal ditambah Pembelian
4. Persediaan Akhir ??? Bagaimanakah kita menghitungnya???karena untuk mengetahui harga pokok penjualan harus diketahui Nilai Persediaan Akhir
Ada 3 Metode Perhitungan didalam penentuan Harga Pokok, yaitu :
1. Metode Rata-rata
2. Metode FIFO
3. Metode LIFO

1. METODE RATA-RATA
Contoh. Nilai Persediaan PT Jaya Cellular per tanggal 31 Desember 2009 adalah 100 unit dengan Harga Pokok perunit (HP/Unit) Rp.10 = Rp. 1.000,-. Selama tahun 2010 dilakukan pembelian seperti dibawah ini:

klik disini untuk download gambar Tabel HP Persediaan 1

Pada tanggal 31 Desember 2010 dilakukan Stock Opname dan diketahui bahwa Jumlah Persediaan Akhir = 450 unit

Harga Pokok Per 31 Desember 2010 : = 12.000/1000
Maka nilai HP Rata-rata / Unit tgl 31 Des 2010 = 12

Setelah diketahui harga pokok rata2x per unit maka Persediaan akhir Dapat dihitung sebagai berikut :

Nilai Persediaan Akhir Per 31 Desember 2010 = 450 x 12
Nilai Persediaan Akhir Per 31 Desember 2010 = 5.400

Setelah diketahui Persediaan Akhir, barulah kita bisa mencari Harga Pokok Penjualan selama tahun 2010

HARGA POKOK PENJUALAN :
PERSEDIAAN AWAL 1.000
PEMBELIAN BERSIH 11.000 +
PERSED.BRG U/ DIJUAL 12.000
PERSEDIAAN AKHIR 5.400 -
HARGA POKOK PENJUALAN 6.600

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *