Perkiraan dan Buku Besar

Share the joy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PERKIRAAN

Perkiraan didefinisikan secara umum adalah suatu saran untuk mencatat transaksi atau peristiwa (yang sejenis). Misalkan disetiap perusahaan setiap bulannya terdapat beberapa transaksi berupa belanja kertas, tinta, pulpen untuk kebutuhan administrasi, maka untuk mempermudah didalam pelaporan jumlah rupiah dari pembelanjaan barang-barang kebutuhan administrasi tersebut maka dibuatlah perkiraan “Biaya Alat Tulis dan Kantor”.
contoh ilustrasi :
Pada bulan Februari UD UNIQUE ACCESSORIES melakukan beberapa pembelian kebutuhan administrasi kantor seperti dibawah ini :
Tanggal 3/2/2011 membeli secara tunai dengan no kwitansi KWT0211/SJ/007:
– kertas A4 sebanyak 5 rim @ rp 10.000
– Ballpoint Pilot sebanyak 1 lusin sebesar rp. 36.000
– Tinta printer Canon Hitam dan warna sebesar Rp 240.000

Tanggal 17/2/2011 membeli secara kredit (ngutang) dengan no faktur 0211/SJ/0012 :
– Kertas F4 Bola dunia 10 rim @ Rp. 15000
– Amplop Surat coklat 100 lembar @ Rp. 1000

Maka untuk mencatat transaksi tersebut kita membutuhkan sarana untuk mengelompokkan pembelian tersebut yaitu “Biaya Alat Tulis Kantor” sehingga kita bisa mencatatnya.
Tanggal 3/2/11
Dr. Biaya Alat Tulis Kantor Rp. 326.000,
Kr. Kas Besar Rp. 326.000,-

Total pembelian kebutuhan administrasi Rp. (50.000 + 36.000 + 240.000) = Rp.326.000)

Tanggal 17/2/11

Dr. Biaya Alat Tulis Kantor                    Rp. 250.000,
Kr. Utang Usaha –  Pihak ketiga              Rp.250.000

Gambar ilustrasi pencatatan :

Pengklasifikasian Perkiraan secara mendasar menurut sifatnya dibagi menjadi : Aset, Kewajiban (Liabilities), Modal(Ekuitas), Pendapatan dan Biaya.

BUKU BESAR

Buku besar adalah kumpulan dari perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan dan yang merupakan satu kesatuan tersendiri. Banyaknya perkiraan atau akun yang digunakan didalam pencatatan dipengaruhi oleh sifat kegiatan, volume kegiatan dan informasi yang diperlukan.

Perkiraan-perkiraan yang ada diberi nomor yang tidak sama satu dengan yang lain (unique). Tujuan utama Kode ini untuk mengidentifikasi jika ada nama yang sama sehingga jumlah dari nama akun yang sama tidak tercampur. Contoh :

Didalam kelompok Utang terdapat “Utang Gaji”, namun untuk mempersingkat, perusahaan membuat nama akun hanya “Gaji” tanpa Utang dibawah kelompok Utang seperti dibawah ini :

Utang :

– Pihak ketiga

– Gaji

– lain-lain

contoh diatas dapat dilihat didalam kelompok utang, perusahaan cukup memberi nama “pihak ketiga” untuk Utang pihak ketiga, “Gaji” untuk Utang Gaji dan “Lain-lain” untuk Utang lain-lain.

Lihat juga contoh kelompok Biaya :

Biaya Administrasi dan Umum:

– Gaji

– Alat Tulis Kantor

– dan lain-lain

dari contoh kelompok :Biaya Administrasi dan Umum” diatas Biaya Gaji cukup ditulis dengan “Gaji”, dan “Biaya Alat Tulis Kantor” dinamakan Alat Tulis Kantor. Nah untuk memisahkan jenis Akun tersebut diatas atas akun gaji  antara “Utang” dengan “Biaya Administrasi dan Umum” maka diperlukan pengkodean.

setelah pemberian kode, maka masing-masing perkiraan memilik catatan transaksinya sendiri sendiri, dan kumpulan dari masing-masing perkiraan tersebut dinamakan “Buku Besar”.

Ilustrasi Buku Besar dari masing-masing perkiraan adalah sebagai berikut :

BUKU BESAR BIAYA ALAT TULIS KANTOR

BUKU BESAR BANK BCA

BUKU BESAR KAS BESAR

untuk Download sampel Excel Template silahkan klik :

 


Share the joy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *