PENETAPAN HARGA POKOK SISTEM PERIODIK – METODE FIFO

Share the joy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Didalam perhitungan Harga Pokok penjualan dengan menggunakan metode Periodik atau Metode Fisik dapat diketahui dengan perhitungan sbb:
HARGA POKOK PENJUALAN :
PERSEDIAAN AWAL                                                           Rp. XXX
PEMBELIAN BERSIH                                                           Rp. XXX +
PERSED.BRG U/ DIJUAL                                                     Rp. XXX
PERSEDIAAN AKHIR                                                           Rp XXX
HARGA POKOK PENJUALAN                                              Rp. ……


1. Persediaan awal tahun diketahui berdasarkan saldo akhir tahun lalu
2. Pembelian didapat dari data pembelian selama periode tahun laporan
3. Persediaan Barang dijual dapat dihitung dari data Persediaan Awal ditambah Pembelian
4. Persediaan Akhir ??? Bagaimanakah kita menghitungnya???karena untuk mengetahui harga pokok penjualan harus diketahui Nilai Persediaan Akhir
Ada 3 Metode Perhitungan didalam penentuan Harga Pokok, yaitu :
1. Metode Rata-rata
2. Metode FIFO
3. Metode LIFO

Kini mari kita bahas dengan menggunakan metode FIFO
Karena First in First Out berarti yang pertama masuk menjadi yang pertama keluar dengan demikian barang yang pertama dijual adalah dimulai dari persediaan awal
Persed akhir diket = 450 unit, maka dapat dilihat Jumlah barang terakhir (Persediaan Akhir ) didalam tabel dibawah ini :

Sistem Periodik – Metode FIFO

Keterangan :

Stok awal 1 Januari sebanyak 100 unit dengan harga pokok (harga perolehan) sebesar @Rp.10 maka total nilai persediaan=Rp.10 x 100 unit = Rp.1.000

Pada tanggal 1 Jan tersebut terjual sebanyak 100 unit, maka ? Persediaan akhir=0 (100 unit-100 unit)

12 April dilakukan pembelian sebanyak 200 unit seharga @ Rp.11, maka ? Pembelian = Rp.2.200

12 April dilakukan penjualan sebanyak 200 unit. maka ? Persediaan akhir per tanggal 12 April =0 (200 unit-200 unit)

20 Sep dilakukan pembelian sebannyak 300 unit seharga @ Rp.12, maka ? Pembelian = Rp.3.600

20 Sep terjual sebanyak 250 unit, maka ? Persediaan akhir per tanggal 20 Sep =50 (300 unit-250 unit)

29 Nop dilakukan pembelian sebannyak 400 unit seharga @ Rp.13, maka ? Pembelian = Rp.5.200

berdasarkan transaksi diatas maka Nilai Persediaan Akhir pertanggal 29 Nop adalah sebanyak 450 unit dengan nilai persediaan sebesar Rp. 5.800 dengan perhitungan seperti dibawah ini :

Perhitungan Harga Pokok – Metode FIFO

Nilai Persediaan sebesar Rp.5.800 tersebut menjadi nilai Persediaan yang disajikan didalam neraca akhir tahun jika sampai akhir tahun sudah tidak terdapat lagi transaksi.

sedangkan Nilai sebesar Rp. 6.200 adalah nilai Persediaan yang terjual/keluar yang disebut juga Harga Pokok Penjualan dan nilai ini akan disajikan kedalam Laporan Laba Rugi sebagai berikut :

Saldo Awal                            Rp. 1.000

Pembelian                                  11.000

Persediaan Akhir                         (5.800)

Harga Pokok Penjualan                 6.200

Ket : HP/U = Harga Poko Per Unit


Share the joy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *