Arsip Kategori: Aplikasi Excell

Aplikasi Keuangan untuk Perusahaan Dagang Mikro menggunakan MS Excel

Akunting Pencinta Islam akan membuka kios minuman cappucino cincau yang diberi nama” E=MC2”. Untuk membuka cappucino cincau API mengeluarkan Modal sebesar Rp. 5.100.000 untuk membeli Peralatan, Perlengkapan dan Bahan-baku kepada yang terinci sebagai berikut :

no Keterangan Jml Rp
1. Gerobak Aluminium (Stand Booth) ukuran (120 x 60 x 170) cm 1 2.500.000
2. Blender Phillips 1 buah 1 350.000
3. Cup Sealer / Mesin Press + lid seal 1 1.150.000
7. Ice Box 1 buah ukuran 32 liter 1 180.000
4. Box Capuccino ukuran 3 Kg 1 20.000
5. Box Gula ukuran 3 Kg 1 20.000
6. Box Cincau ukuran 3 Kg 1 25.000
8. Water Jar 1 buah 1 35000
9. Sendok Capuccino 1 buah 1 10.000
10. Sendok Gula 1 buah 1 12.000
11. Sendok Cincau 1 buah 1 20.000
12. Pisau 1 buah 1 25.000
13. Parutan Cincau 1 buah 1 30.000
14. Pemecah es 1 buah 1 20.000
15. Ember air 1 buah 1 45.000
16. Kursi plastik 3 buah 3 150.00
17. Tempat susu 2 buah 2 30.000
4.622.000
II Bahan Baku
18. Cup ukuran 14 OZ 100 buah 100 40.000
19. Sedotan 200 buah 200 13.000
20. Kantong plastik kecil (pack) 1 5.000
21. Kantong plastik sedang (pack) 1 7.000
22. Bubuk capuccino (Kg) 2 150.000
23. Gula pasir (Kg) 2 27.000
24. Susu coklat (kaleng) 1 8.000
25. Susu putih (kaleng) 1 8.000
258.000
III Lain-lain
18 Spanduk 2 120.000
IV Kas outlet 100.000
Total : 5.100.000
1. Gerobak Aluminium (Stand Booth) ukuran (120 x 60 x 170) cm 1 2.500.000
2. Blender Phillips 1 buah 1 350.000
3. Cup Sealer / Mesin Press + lid seal 1 1.150.000
7. Ice Box 1 buah ukuran 32 liter 1 180.000
4. Box Capuccino ukuran 3 Kg 1 20.000
5. Box Gula ukuran 3 Kg 1 20.000
6. Box Cincau ukuran 3 Kg 1 25.000
8. Water Jar 1 buah 1 35.000
9. Sendok Capuccino 1 buah 1 10.000
10. Sendok Gula 1 buah 1 12.000
11. Sendok Cincau 1 buah 1 20.000
12. Pisau 1 buah 1 25.000
13. Parutan Cincau 1 buah 1 30.000
14. Pemecah es 1 buah 1 20.000
15. Ember air 1 buah 1 45.000
16. Kursi plastik 3 buah 3 150.000
17. Tempat susu 2 buah 2 30.000
4.622.000
II Bahan Baku
18. Cup ukuran 14 OZ 100 buah 100 40.000
19. Sedotan 200 buah 200 13.000
20. Kantong plastik kecil 1 pack 5.000
21. Kantong plastik sedang 1 pack 7.000
22. Bubuk capuccino 2 Kg 150.000
23. Gula pasir 2 Kg 27.000
24. Susu coklat 1 kaleng 8.000
25. Susu putih 1 kaleng 8.000
258.000
III Lain-lain
18 Spanduk 2 120.000
IV Kas outlet 100.000
Total : 5.100.000

Untuk mencatat transaksi tersebut diatas dictatat dengan cara sebagai berikut :

1. Pencatatan Modal. Pada Sheet “Menu” klik shortcut “Cash Book” seperti dibawah ini :

Maka anda akan dibawa ke sheet “Buku Kas”. Sheet ini digunakan untuk mencatat PENERIMAAN KAS yang bukan dari transaksi “Penjualan Tunai” dan PENGELUARAN KAS yang bukan dari transaksi “pembelian bahan baku dan bahan lainnya”. Karena penerimaan kas berasal dari Modal, bukan dari Penjualan, maka transaksi dicatat dengan menggunakan buku kas.

  1. No. : merupakan nomor urut transaksi
  2. Tgl : Diisi dengan tanggal transaksi yaitu 2 Mei 2013
  3. Memo : Diisi dengan keterangan transaksi, masukkan keterangan “Untuk mencatat modal sebesar Rp.5.100.000
  4. Dr : Diisi dengan jumlah rupiah, dalam hal ini adalah sebesar Rp 5.100.000,-
  5. Kr : Diisi secara otomatis sebesar kolom “Dr”
  6. Saldo : Saldo kas kecil
  7. Akun Dr : Pilih kode akun Dr yaitu 11111-Kas Kecil
  8. Akun Kr : Pilih kode akun untuk posisi kredit yaitu 30001 Modal

Setelah modal dicatat, selanjutnya adalah mencatat pembelian peralatan. Karena pembelian peralatan bukan transaksi pembelian bahan baku, maka pencatatan juga menggunakan Buku Kas seperti gambar dibawah ini dengan cara pengisian seperti pencatatan diatas dan jika sudah, klik kotak “Menu” dikanan atas tabel untuk kembali ke menu.

2. Pada Sheet “Menu” klik shortcut “Pembelian” untuk melakukan pencatatan atas pembelian Bahan Baku seperti dibawah ini :

A. PO. No : Diisi dengan nomor dokumen/surat pesanan jika menggunakan surat pesanan jika tidak boleh dikosongkan

B. Tanggal Transaksi : diisi dengantanggal pemesanan

C. Vendor : Diisi dengan Nama Pemasok. Diisi dengan meng-klik kolom vendor dan memilih Nama Pemasok, nama pemasok dapat dibuat di Sheet “MASTER SUPPLIER”. Karena daftar pemasok belum ada, berikut pembuatan Daftar pemasok di sheet “MASTER SUPPLIER”

Code :

1. Character pertama yaitu “S” untuk menunjukkan kelompok “Supplier”, jika ingin membuat data “Customer” maka Character pertamanya adalah “C”.

2. S/C Name diisi dengan nama Supplier (Pemasok) atau Customer.

3. S/C Ref Code adalah kode refferensi Supplier atau Customer yang nanti akan digunakan untuk menginput Pembelian. Kolom ini akan terisi otomatis.

4. Cust/Vendor adalah kolom keterngan bahwa Nama tersebut adalah “Vendor” atau pemasok. Kolom ini akan terisi otomatis. Jika Character pertama pada kolom Code diisi dengan “C” (lihat point 1), maka kolom ini akan terisi menjadi “Customer”.

5. Contact Person diisi dengan nama yang dapat dihubungi sebagai perwakilan Supplier/Customer.

6. Company Phone diisi dengan nomor telepon Perusahaan Pemasok

7. No Telep/HP diisi nomor telepon selain nomor telepon perusahaan, misalnya nomor telepon contact person.

Email diisi dengan email perusahaan pemasok.

Setelah selesai membuat master supplier/customer, klik “Menu”, setelah kita dibawa ke sheet “Menu” lalu kembali klik shortcut “Pembelian

Setelah daftar supplier dibuat, kini kolom Vendor di Buku Pembelian sudah dapat diisi, lihat gbr diatas. Kolom Vendor dapat diisi dengan Le Bon Bon.

D. Setelah kolom vendor dapat diisi, kini kita akan mengisi kolom kode barang 2. Sebelum mengisi kolom ini, sama seperti kolom vendor, kita perlu membuat Master Data yang kali ini “Master Data Persediaan”.

Untuk membuatnya, klik kotak kuning bertuliskan “Menu” di kanan atas lalu di sheet “Menu” klik shortcut “Inventory” maka kita akan dibawa ke sheet “Inventory seperti gambar dibawah ini.

Keterangan Gambar :

1. No. Merupakan No Urut

2. Kode merupakan kode Barang. Kode barang ini dibagi menjadi 2 kelompok

Jika Bahan baku tersebut dapat dihitung jumlah kuantitasnya baik pembelian maupun pemakaian maka diberi kode “BB” diawal kode barang

Jika Bahan Baku tersebut sulit untuk ditentukan kuantitas persediaannya maka diberi kode “HBS” diawal kode barang

3. Nama Barang diisi dengan Nama Bahan Baku yang digunakan (dibeli dan dijual)

4. Diisi dengan satuan barang misal gr,ml, sachet dll.

5. Stok dibagi 2 yaitu MIN dan MAX

- MIN adalah stok minimal yang dianjurkan, terisi otomatis.

- MAX adalah stok maksimal yang dianjurkan, terisi otomatis.

6. Jangka Waktu Pemesanan diisi dengan jangka waktu mulai dari pemesanan hingga barang diterima. Kolom ini untuk menentukan berapa stok minimal yang harus dimiliki.

7. Rata-rata pemakaian perhari merupakan jumlah rata-rata penggunaan bahan baku dalam satu hari.

8. AWAL stok awal periode atas persediaan yang dibagi menjadi 3 yaitu Kuantitas (Unit), nilai rupiah per unit (Rp) dan nilai rupiah total dari barang persediaan.

9. Total Pembelian juga dibagi menjadi 3 yaitu Kuantitas (Unit), nilai rupiah per unit (Rp) dan nilai rupiah total dari “pembelian” barang persediaan. Kolom ini terisi otomatis setelah melakukan pencatatan atas pembelian disheet “PO”

10. Harga Satuan Rata-rata adalah nilai perolehan persedian yang dihitung dengan metode rata-rata. Kolom ini terisi secara otomatis.

11. Harga Pokok (HPP) adalah Harga Pokok Penjualan. Kolom ini menunjukkan nilai persediaan ratat-rata yang menjadi “Biaya” dikarenakan penggunaan Bahan Baku baik karena penjualan maupun karena rusak. Jika ingin membuat file baru dikarenakan berakhirnya periode pencatatan, maka HPP tersebut di copy lalu klik paste special lalu klik Value di kolom “AWAL” “Rp”.

12. JUAL merupakan jumlah kuantitas barang yang digunakan karena penjualan.

13. Adjustment, diisi jika untuk mencatat penyesuaian barang akibat selisih antara pencatatan dengan fisik barang (hasil stok opname). Contoh berdasarkan pencatatan pembelian dan penjualan, maka stok barang sisa 5, namun setela dicek fisik ternyata barang tersebut hanya tersisa 2 buah. Maka kolom Adjusment ini diisi dengan angka – 3.

14. Akun diisi dengan mengklik cell yang akan diisi dan pilih kode akun yang digunakan. Jika barang tersebut adalah Barang yang menjadi persediaan atau dapat dihitung maka gunakan kode akun “51102-Pembelian” jika barang tersebut sulit dihitung kuantitasnya maka pilih akun “51108-Bahan Habis Pakai”.

Setelah selesai membuat master Persedian, klik “Menu”, setelah kita dibawa ke sheet “Menu” lalu kembali klik shortcut “Pembelian”.

Setelah daftar Persediaan dibuat, kini coba klik cell di kolom “Kode Barang 2” maka akan muncul daftar barang yang telah kita buat sehingga Buku Pembelian sudah dapat diisi, lihat gbr dibawah ini :

A. Kode Barang : Diisi dengan Kode Barang. Pengisian dengan meng-klik cell yang akan diisi dan memilih barang yang akan dibeli, jika belum ada, nama dan kode barang dapat dibuat di Sheet “StoK”.

B. Stok terisi secara otomatis. Angka yang ditunjukkan adalah jumlah stok yang tersisa.

C. Vol : diisi dengan jumlah barang yang dipesan/dibeli

D. Sat : Kolom ini akan terisi otomatis, yaitu satuan pembelian barang (Kg, ml, pcs dll)

E. PPN : Jika pembelian dikenakan PPn maka isi dengn huruf “Y”, jika tidak diisi dengan “T”.

F. Harga Satuan : diisi dengan Harga satuan beli.

G. Total Harga : Kolom ini akan mengkalkulasi secara otomatis (Vol x Harga Satuan) + (PPn x (Vol x Harga Satuan))

H. Potongan Pembelian : Dibagi menjadi 2 kolom, yaitu % dan Rp)

I. Potongan Pembelian (%) : Diisi dengan % Potongan yang diterima

J. Potongan Pembelian (Rp) : Diisi secara otomatis

K. Jumlah : Diisi secara otomatis ( Total Harga- Potongan Pembelian (Rp) )

Modul Penjualan :

Berikut alur kegiatan Penjualan.

Sebelum melakukan pencatatan penjualan terlebih Daftar produk yang akan dijual dengan mengklik shortcut “Harga Jual” di sheet menu lalu isi tabel “DAFTAR BARANG DAGANGAN” seperti gambar dibawah ini seperti dibawah ini :

Keterangan :

· No : Nomor terisi otomatis

· Kode : Kode referensi, kolom ini akan terisi otomatis

· Nama Barang : Ketik nama produk yang akan dijual dalam contoh ini kita beri nama Cappuccino Cincau.

· HPP : atau Harga Poko Produk adalah perkiraan biaya dari suatu produk.

· Harga Jual Real : merupakan harga produk yang dijual

· Margin : Adalah persentase keuntungan dibandingkan dengan HPP

Jika telah selesai maka kembali ke “Menu” lalu klik “ Biaya Produksi” yang akan membawa ke sheet ”Database Harga” (lihat gambar dibawah ini)

Keterangan :

· Nama Produk : Klik dibawah tulisan Nama Produk, maka akan muncul pilihan Nama Produk yang telah kita buat di “DAFTAR BARANG DAGANGAN”, dalam contoh ini nama produk hanya muncul 1 yaitu Cappuccino Cincau

· Penjualan : Adalah jumlah produk yang terjual

· Kode Barang : Adalah kode bahan baku (terisi otomatis)

· Nama Bahan : Adalah nama bahan baku yang telah kita buat didaftar “Inventory”, klik dan pilih bahan yang digunakan

· Unit perserving : Jumlah quantity bahan yang digunakan, contoh diatas “Susu coklat 1 kaleng(HBS-S001)” digunakan sebanyak 0,05 kaleng. Dikarenakan satuan pembelian adalah 1 kaleng dan setiap 1 kaleng diperkirakan dapat digunakan untuk 20 gelas, maka unit perserving adalah “1/20 = 0,05”

· Satuan beli : Adalah satuan yang digunakan didalam pembelian, contoh : satuan pembelian Bubuk cappucino yang digunakan didalam pembelian adalah gram. (terisi otomatis)

· Rata-rata Harga beli satuan : Adalah Nilai rupiah rata-rata selama pembelian. Kolom ini akan terisi secara otomatis.

· ? Price Perserving : adalah unit perserving x rata-rata harga satuan. Contoh : untuk “Susu coklat 1 kaleng(HBS-S001)” adalah 0,05 x harga perkaleng yaitu Rp. 8.000 maka hasilnya adalah Rp. 400

· Out Total (Qty) : adalah jumlah barang yang keluar selama penjualan.

· Out Total (Rp) : adalah nilai rupiah dari barang yang digunakan atas produk yang terjual.

Setelah daftar produk dibuat kini aplikasi ini sudah dapat digunakan untuk mencatat penjualan. Kembali ke “Menu” kemudian klik “Form” sehingga kita dibawa ke sheet Form seperti gambar dibawah ini.

Print form tersebut untuk digunakan pencatatan penjualan dengan cara diisi oleh petugas/karyawan penjualan secara manual.

Keterangan Pengisian :

· No. : Nomor urut Produk

· Item Id : Kode Produk

· Name : Nama Produk

· Turus : Turus atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Tally Mark adalah istilah untuk menggambarkan angka berupa simbol tertentu dengan tujuan untuk mempermudah pembacaan angka tersebut, terutama angka yang berjumlah cukup banyak. Simbol yang digunakan umumnya berupa garis-garis vertikal dimana setiap kelipatan lima menggunakan garis horisontal atau diagonal. Oleh karena itulah dalam bahasa Indonesia simbol ini disebut dengan turus yang berarti tiang. Dengan demikian kolom “Turus ini digunakan untuk mencatat setiap penjualan. Contoh, tanggal 5 Mei 2013, E=MC2 mulai beroperasi danpenjualan pertama terjual 2 gelas, penjualan kedua terjual 1 gelas, penjualan ketiga laku 2 gelas, maka pengisian turus ini adalah

- Penjualan pertama dicatat : II

- Penjualan kedua ditambahkan 1 garis menjadi : III

- Penjualan ketiga ditambah 2 garis menjadi : IIII

Pencatatan ini terus dilakukan hingga kios tutup, misalkan penutupan kios pada malam harinya berhasil terjual 27 gelas, maka pencatatan turusnya adalah

· Jumlah : Jumlah produk terjual, kolom ini diisi dengan menghitung total Turus yang dicatat setelah penjualan ditutup, contoh jumlah turus diatas adalah 27 maka kolom “Jumlah tersebut diisi dengan angka 27

· Total (Rp) : diisi dengan mengalikan kolom “Jumlah” dengan kolom “Harag”. Contoh kasus diatas adalah 27 x Rp. 5.000 = Rp. 135.000,-

Maka tampilan form tersebut seperti gambar dibawah ini

Setelah form tersebut terisi lengkap, masukkan data tersebut ke “buku Penjualan” dengan mengklik shortcut “ Penjualan” lihat gambar dibawah ini

Keterangan gambar :

· No : Nomor urut entri

· Date : Tanggal transaksi

· Kode : Kode Produk

· Nama Produk : Nama Produk dijual

· Jml : Jumlah produk terjual

· Harga : Harga Produk dijual (otomatis terisi sesuai dengan “DAFTAR BARANG DAGANGAN”

· Total : Kolom “Jml” x Kolom “Harga”

· 42006 Discount Penjualan : dibagi menjadi 2 kolom, kolom pertama adalah % tase discount dan kolom kedua adalah jumlah rupiah discount ynag diberikan (kolom berwarna biru)

· 21312 PPN Keluaran : Dibagi menjadi 2 kolom juga, kolom pertama adalah % tase Ppn keluaran/penjualan dan kolom kedua adalah jumlah rupiah PPn kelauaran/penjualan (kolom berwarna biru)

· No. JV : adalah nomor jurnal/pencatatan penjualan

Download Link Petunjuk Aplikasi : download iconAtau klik Link dibawah ini :

http://www.docstoc.com/docs/162776970/Petunjuk-Aplikasi-Usaha-Kecil

Download Link Aplikasi Excel : download iconAtau klik Link dibawah ini :

http://www.docstoc.com/docs/162777725/Aplikasi-Keuangan-Usaha-Kecil

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Form Permohonan Penerimaan Barang Donasi (Receipt Item Request)

Untuk Download Contoh Form Permohonan Penerimaan Barang Donasi (Receipt Item Request) dengan format Excel

Klik Tombol dibawah ini

download icon

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

Contoh Form “Tanda Terima Barang” Donasi

Dibawah ini contoh “Tanda Terima Barang” Donasi untuk Organisasi Nirlaba.

Keterangan :

Your Logo Here : Logo Organisasi

Front Pembela Indonesia : Nama Organisasi

No. XX/XX/XXXX : No Tanda Terima Barang

Diterima Dari : Diisi Nama Donatur

No. Surat Jalan : Diisi No Surat Jalan dari Pengirim/Donatur

Alamat : Diisi alamat donatur
Kota, Negara dan kode pos : Kota, Negara dan kode pos dari alamat donatur.

Tanggal : Tanggal Transaksi

Req No. : Nomor RR (Receipt Request) – Lihat Standard Operating Prosedur pada Organisasi Non Profit

Departemen : Diisi dari Departemen yang membuat RR

DIKIRIM DENGAN MENGGUNAKAN : Pilih/ceklist cara pengiriman

Nama Barang : Diisi dengan nama barang yang diterima

Kondisi : Pilih kondisi barang yang diterima (Baik Semua, Baik Sebagian, Rusak Semua, Rusak sebagian.

Satuan : diisi satuan dari barang yang diterima (Kg, Pcs, Liter dll)

Diterima : Jumlah Barang Yang Diterima

Dikembalikan : Jumlah Barang yang tidak diterima dan dikembalikan (misal karena rusak)

Jumlah : Total Barang yang datang ( otomatis terisi)

Total : Jumlah dari Barang yang diterima, Dikembalikan dan Jumlah Total

Keterangan : Diisi jika ada keterangan tambahan yang perlu diinformasikan

Diserahkan : Diisi Tanda tangan dan Nama Lengkap Pengirim

Diterima Oleh : Diisi tandatangan dan Nama Lengkap penerima atau petugas gudang

Disetujui oleh : Diisi Tandatangan dan Nama Lengkap yang mengotorisasi,misal Kepala Gudang.

Template diatas dapat dimodifikasi atau disempurnakan sesuai kebutuhan.

Klik Tombol dibawah untuk Download

download icon

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 3.1/10 (32 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)

Bukti Jurnal

Bukti Transaksi berupa Kwitansi dapat dijadikan dasar pencatatan akuntansi sebagaimana yang dicontohkan pada postingan sebelumnya.. (lihat “Bukti transaksi – kwitansi” ). Adakalanya suatu perusahaan didalam pencatatan membuat bukti internal berupa Bukti Jurnal ( sering disebut Journal Voucher). Setelah Bukti Jurnal dibuat lalu dilampirkan Kwitansi yang diterima dari pihak ketiga. Bukti Jurnal yang dibuat untuk pembayaran sewa gedung sebesar Rp. 108.900 adalah sebagai berikut :

Bukti jurnal memperlihatkan nama-nama perkiraan yang didebit dan dikredit berikut nomor perkiraan beserta jumlhanya. Disamping itu didalmnya juga dicantumkan nama dan tanda tangan pembuat (biasanya staff akuntansi) dan yang menyetujui (biasanya manager/Ka Bag akuntansi). Dengan demikian, bukti jurnal dapat menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas kebenaran pencatatan transaksi apabila dikemudian hari terjadi masalah.

Tanggal yang tercantu dalam kwitansi harus sama dengan tanggal Bukti Jurnal. Jika saat pembuatan bukti jurnal berbeda dengan terjadinya transaksi, bukti jurnal tetap diberikan menurut tanggal tanggal kwitansi. Bukti Jurnal harus diberi nomor urut agar mudah didalam penyimpanan dan pencariannya dikemudian hari.

klik untuk download contoh file

download icon

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.3/10 (11 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: -1 (from 1 vote)

Bukti transaksi – kwitansi

Sebagai dasar pencatatan didalam akuntansi maka diperlukan bukti-bukti transaksi yang agar setiap pencatatan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan dan juga berfungsi untuk pengklasifikasian transaaksi tersebut (pemberian kode akun).

Disamping itu juga, bukti-bukti transaksi bisa menjadi suatu rujukan jika dikemudian hari terjadi masalah.Bukti transaksi dapat disediakan baik dari perusahaan sendiri atau dari pihak luar. Bukti transaksi yang dibuat oleh perusahaan sendiri disebut bukti internal sedangkan yang disediakn dari pihak luar disebut bukti eksternal.

Contohh kasus :
Ganteng Barber shop mengeluarkan uang Rp. 108.900 untuk sewa ruangan kepada Varin Kaspi sebagai pemilik gedung. Atas pengeluaran ini, Ganteng BS meminta bukti pembayaran berupa kwitansi sebagai bukti bahwa uang telah diterima seperti terlihat dibawah ini.

Bukti kwitansi tersebut diatas dapat digunakan untuk pencatatan akuntansi oleh Ganteng Barber Shop. ( untuk penjelasan silahkan lihat link “Bukti Jurnal” )

Sebaliknya jika Ganteng BS yang menerima uang dari pelanggan, maka Ganteng BS akan mengeluarkan kwitansi serupa yang akan diserahkan kepada pelanggan.

download icon

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Pencatatan Kegiatan Awal Perusahaan

Awal dari sutu kegiatan perusahaan adalah Penyetoran Modal oleh pemilik. Contoh :

Tuan Gunawan punya uang Rp. 100.000.000,-. Uang tersebut digunakan untuk mendirikan usaha yang dia beri nama UD. Unique Accessories. Maka uang tersebut biasa kita sebut sebagai “Modal”. Sesuai dengan persamaan akuntansi yaitu :

ASET = UTANG + MODAL

ASET = Kas & Bank; Persediaan; Piutang;Tanah, Bangunan dan Peralatan

maka uang tersebut berdasarkan persamaan akuntansi tersebut menjadi :

KAS = 100.000.000

MODAL = 100.000.000

ASET = UTANG + MODAL

100.000.000 = 0 + 100.000.000

100.000.000=100.000.000

Posisi tersebut diatas bisa disebut “Neraca” dimana sisi sebelah Kiri (Aset) harus sama dengan sisi sebelah kanan (PASIVA)

Transaksi tersebut diatas dicatat sebagai berikut :

* untuk mencatat penyetoran tuan Gunawan sebesar Rp. 100.000.000,-

Dan Buku Besar Kas yang dihasilkan sebagai berikut :

Penerimaan Pinjaman

Terkadang Modal yang dimiliki belum cukup untuk menjalankan usaha sehingga perusahaan membutuhkan tambahan dana. Tambahan dana ini dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti lempaga keuangan.

Contoh : pada tanggal 2 Februari 2011 perusahaan mendapat pinjaman dana dari Bank BCA sebesar Rp. 50 juta, maka persamaan akuntansi seperti yang kita ketahui adalah sebagai berikut :

Aset = Utang + Modal

Kas + Bank = Utang + Modal

100 juta + 50 Juta = 50 Juta + 100 Juta

Sekarang Possisi Keuangan perusahaan telah berubah, Kekayaan perusahaan menjadi 150 juta terdiri dari Kas dan Bank masing-masing Rp. 100 juta dan 50 Juta dan Sumber Pembelanjaan sebesar 150 juta masing-masing terdiri dari Utang Rp. 50 Juta dan Modal Rp. 100 Juta. Pencatatan yang dilakukan atas penerimaan pinjaman tersebut adalah

Dr. Bank BCA Rp. 50 Juta

Kr. Utang Bank Rp. 50 juta

Jika menggunakan Excel sebagai alat pencatatan dapat dilihat seperti gbr dibawah berikut :

Laporan Posisi Keuangan yang dihasilkan seperti :

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Laporan Honor Dokter dan Potongan PPh 21 menggunakan Excel

Laporan Perhitungan Honor Dokter dan PPh 21 terdiri beberapa modul yaitu :

I. Tabel Dokter, untuk membuat tabel dokter, minimal data-data yang dibutuhkan adalah seperti gambar dibawah ini :

Keterangan :

a. Kolom “Code”, Code atau kode merupakan data unik dokter yang akan digunakan untuk mengidentifikasi dokter. Huruf pertama merupakan inisial dari Dokter yaitu “D”, hal ini untuk mebedakan kode dokter dengan kode yang lainnya.

b. Kolom Nama Dokter merupakan nama dari dokter yang berpraktek.

c. Kolom Specialization merupakan spesialisasi atas profesi dokter, misal : Obgyn, Anak, THT dll (diisi dengan memilih spesialisasi yang telah dibuat di tabel spesialisasi)

d. Kolom Code & Name merupakan gabungan kode dengan nama dokter, digunakan untuk memudahkan didalam melakukan input transaction.

* jika ingin menambahkan informsai dapat dibuat kolom2x baru, misalkan : alamat, nomor telepon dll

II. Tabel Pasien

Didunia kesehatan ada istilah Medical Record yang berisikan catatan sejarah kesehatan pasien selama berkunjung kerumah sakit tersebut. Setiap Medical Record diberikan nomor yang unique (tidak ada yang sama) yang bertujuan untuk mempermudah didalam pencarian catatan atas pasien tersebut. Tabel atas pasien tersebut dapat dilihat seperti dibawah ini :

Keterangan :

a. Code : merupakan kode pasien, atau sering disebut nomor Medical Record didunia kesehatan

b. Nama Pasien : diisi Nama Pasien

c. Address ; diisi dengan alamat pasien

d. Phone : Diisi dengan Nomor telepon pasien

* jika ingin menambahkan informsai dapat dibuat kolom2x baru, misalkan : Tempat dan Tanggal Lahir.

III. Tabel Spesialisasi

Berisi daftar spesialisasi profesi dokter yang terdiri dari

Code :

– Digit pertama yaitu “S” menunjukkan kelompok tabel “Spesialisasi”

– Digit kedua merupakan inisial spesialisasi, misla Spesialis Anak maka huruf kedua dari kode diatas adalah “A”

– 2 digit trerakhir merupakan nomor urut yaitu 01,02,03 dst

Specialist : nama spesialisasi : misalkan contoh diatas “Anak”

* jika ingin menambahkan informasi lainnya misalkan kolom keterangan.

4. Setelah melengkapi Tabel Master Data, maka langkah selanjutnya melengkapi data pendapatan Sampai Dengan Periode Lalu ( sheet “Previous Recap Per Doctor”) seperti diabah ini

karena kita akan membuat laporan bulan maret 2012, maka masukkan Jumlah Yang telah dibyarakan kedokter pada kolom bulan “Januari”dan “Februari”. Hal ini bertujuan untuk memperhitungkan total pendapatan ditahun pajak 2012. Setelah memasukkan Pendapatan dibulan Januari dan Februari, maka akan didapat ? Pendapatan dan PPh 21 selama bulan Januari Sampai Pebruari.

Contoh : Dr. Ahmad total pendapatan selama bulan Jan-Feb adalah Rp. 57.175.000 dengan PPh 21 Rp.1.429.375 yaitu dengan perhitungan :

50% x Rp.57.175.000 = Rp.28.587.500

PPh psl 17 :

5 % x Rp. 28.587.500 = Rp.1.429.375 (lihat dikolom 0-50.000.000

5. Memasukkan Data Transaksi

Keterangan :

– Kolom kode dokter : klik sel, lalu pilih dokter yang akan dihitung honornya dengan dropdown,jangan diketik

– Kolom Spesialis akan terisi otomatis berdasarkan tabel dokter yang telah dibuat diawal.

– MR No : merupakan nomor Medical Record Pasien, dimasukkan secara manual berdasarkan bukti transaksi

– Date : isi tanggal transaksi

– FR No : Adalah Nomor FR (Formulir Rawat. Setiap pasien yang berkunjung akan mengisi formuli yang disebut Formulir Rawat, dan setiap Formulir Rawat diberi nomor yang disebut Nomor FR

– Name : akan terisi otomatis setelah kita mengisi nomor MR berdasarkan tabel pasien yang telah kita buat.

– Amount : Atau Jumlah Rupiah, diisi dengan jumlah tagihan pasien (tagihan Jasa Dokter)

– Collected (c)/ Uncollected (u) : Pilih c jika tagihan pasien telah dibayar oleh pasien (collected) dan “u”, jika tagihan belelum dibayar oleh pasien (uncollected)

– Fees will be paid (Gross) : Kolom ini akan terisi otomatis berdasarkan status pembayaran oleh pasien (Collected / Uncollected). Honor dokter Bruto yang akan dibayar dengan syarat Pasien telah membayar tagihannya (collected), jika status uncollected maka kolom ini akan kosong.

– Hospital/Clinic Sharing (%) : Merupakan bagi hasil untuk RS/Klinik. Sel ini akan terisi otomatis berdasarkan tabel “Bagi Hasil Dokter”

– Hospital/Clinic Sharing (Rp) : merupakan bagi hasil dalam rupiah yang akan terisi secara otomatis dari hasil perkalian kolom “Hospital/Clinic Sharing (%)” dengan kolom “Fees will be paid (Gross)”.

– PPh 21 : Kolom ini akan terisi secara otomatis jumlah PPh 21 yang terhutang diperiode berjalan (Maret 2012)

– ? Fees (Net) : Jumlah Honor bersih (setelah dikurang bagi hasil RS/klinik dan PPh 21) yang akan diterima oleh dokter.

Untuk penjelasan mengenai Perhitungan Honor Dokter Yang diterima Rutin dari RS/Klinik klik http://akuntansi.name/?p=4309

klik disini untuk download file :

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Pajak Penghasilan ( PPh 21 ) Honor Dokter yang diterima berkesinambungan.

Pajak penghasilan bagi dokter yang menerima penghasilan dari pemberi kerja dan bersifat berkesinambung memiliki ketentuan sebagai berikut:

Apabila penghasilan tersebut diberikan karena pekerjaan atau jasanya bersifat berkesinambungan baik berdasarkan kontrak atau kenyataan sebenarnya, maka tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a diterapkan atas jumlah kumulatifnya. (sumber : http://www.pajak.go.id/content/seri-pph-pajak-penghasilan-bagi-dokter ), contoh :

  1. Misal Dokter A (swasta ataupun PNS/TNI/POLRI) menerima honorarium pada bulan Maret 2009 sebesar Rp30.000.000. dari Rumah sakit Z, PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong oleh pemberi kerja/pemberi penghasilan : 5% x (50% x Rp30.000.000,-) = Rp750.000.-,Dokter A wajib diberikan bukti potong PPh Pasal 21.
  2. Misalnya di bulan April 2009 Dokter A juga mendapat honorarium sebesar Rp80.000.000,- dari Rumah Sakit Z (bulan Maret 2009 telah menerima Rp30.000.000,-), sehingga jumlah kumulatifnya menjadi Rp30.000.000,- + Rp80.000.000,- = Rp110.000.000,-
    Dasar Pemotongan PPh Pasal 21 dari jumlah kumulatif tersebut adalah 50% x Rp110.000.000,- = Rp55.000.000,- , sehingga PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong oleh Rumah Sakit Z adalah :
    5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000,-
    15% x Rp5.000.000 = Rp 750.000,- (+)
    Total Rp3.250.000,-
    Karena bulan Maret telah dipotong Rp750.000,-, maka bulan April PPh yang harus dipotong Rp3.250.000 – Rp750.000 = Rp2.500.000
  3. Jumlah Penghasilan adalah Jumlah penghasilan bruto bagi Dokter yang melakukan praktik di rumah sakit dan/atau klinik adalah sebesar jasa Dokter yang dibayar oleh pasien melalui rumah sakit dan/atau klinik sebelum dipotong biaya-biaya atau bagi hasil oleh rumah sakit dan/atau klinik.
  4. Misal untuk bulan-bulan selanjutnya, dokter tersebut mendapat honor seperti tabel dibawah ini :

Pada Bulan Maret tersebut diatas, Rumah Sakit menerima pembayaran dari pasien atas jasa medis (Honor) dokter sebesar Rp. 30.000.000,-. Atas penerimaan pasien tersebut, Rumah Sakit mendapat sharing/bagi hasil sebesar 20% atau sebesar Rp.6.000.000,- dan dokter 80% atau sebesar Rp. 24.000.000,-
a. Atas Penerimaan tersebut Jurnal yang dilakukan oleh Rumah Sakit adalah

Dr. Kas – Neraca Rp. 30.000.000,-

Kr. Pendapatan Jasa Medis – LR Rp. 30.000.000,-

b. Untuk mencatat penerimaan dari Pasien atas Jasa Medis Dokter bulan Maret.

Dr. Biaya Jasa Medis Dokter -LR Rp. 24.000.000,-

Kr. Hutang Jasa Medis – NR Rp. 24.000.000,-

c, untuk mencatat pemotongan pph 21 Jasa Medis Dokter bulan maret sebesar :

5% x (50% x 30.000.000,-) = Rp. 750.000,-

Dr. Utang Jasa Medis – NR Dr. 750.000,-

Kr. Utang PPh 21 – NR Kr. 750.000,-

* Untuk mencatat potongan PPh 21 atas honor Dokter yang terhutang untuk bulan maret,lihat poin no.1 , dasar pemotongan adalah penghasilan bruto sebelum dipotong biaya-biaya (sebelum dipotong bagi hasil untuk rumah sakit)

d. untuk mencatat pembayaran Utang Jasa Medis Dokter

Dr. Utang Jasa Medis Dokter Rp. 23.250.000
Kr. Bank Rp. 23.250.000

e. untuk mencatat penyetoran/pembayaran PPh 21
Dr. Utang PPh 21 Rp. 750.000,-
Kr. Bank Rp. 750.000,-

.PENCATATAN BULAN APRIL OLEH RUMAH SAKIT

Dr. Kas – Neraca Rp. 80.000.000,-

Kr. Pendapatan Jasa Medis – LR Rp. 80.000.000,-

Untuk mencatat penerimaan dari Pasien atas Jasa Medis Dokter bulan April.

Dr. Biaya Jasa Medis Dokter -LR Rp. 64.000.000,-

Kr. Hutang Jasa Medis – NR Rp. 64.000.000,-

untuk mencatat pembagian Jasa Medis Dokter bulan April sebesar 80%:

80% x 80.000.000,- = Rp. 64.000.000,-

Dr. Utang Jasa Medis – NR Dr. 2.500.000,-

Kr. Utang PPh 21 – NR Kr. 2.500.000,-

Untuk mencatat potongan PPh 21 atas honor Dokter yang terhutang untuk bulan April ,lihat poin no.2 , dasar pemotongan adalah akumulasi penghasilan bruto sebelum dipotong biaya2x (sebelum dipotong bagi hasil untuk rumah sakit) yaitu 30 jt +80 jt = 110 jt.

klik disini untuk download file :

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Also available in : English

Menghitung Kinerja Karyawan Berdasarkan Jam Kerja

Bagi yang butuh rumus/format untuk menghitung jumlah jam terlambat karyawan, jam lembur dan akumulasi kelebihan (kurang) jam kerja suatu karyawan. Berikut saya ilustrasikan dengan tabel Jam Kerja Karyawan PT. Indonesia Property.

Jam Kerja Perusahaan = Peraturan Jam Masuk dan Keluar perusahaan

Colom E ; Σ Jam Kerja (Jam) = Jam Keluar – Jam Masuk

Rumus Excell : (E4)= HOUR(D4-C4)

Coloum H : Σ Jam Kerja Karyawan Realisasi = Pulang-Datang

Rumus Excell : (H4)= (HOUR(G4-F4))+(MINUTE(G4-F4))/60

Σ Jam Terlambat = Jam Datang – Jam Kerja Masuk

Rumus Excell : Coloum I =IF(F4>C4,-((HOUR(F4-C4))+(MINUTE(F4-C4))/60),”0″)

Jumlah Jam Pulang Lebih Cepat (coloum J) = Jam Pulang – Jam Keluar

Rumus Excell : J4=IF(G4<D4,-(HOUR(D4-G4)+MINUTE(D4-G4)/60),”0″)

Jumlah Jam Lembur (coloum K)= Σ Jam Realisasi Karyawan – Σ JamKerja

K5=IF(H5-E5>(0.5),ROUND((H5-E5),0),0)

ctt : dengan kondisi lembur diakui jika melebihi 30 menit atau 0,5 jam, jika ada kebijakan lain angka “0,5” bisa diganti sesuai peraturan misalkan “1” jam

Σ Lebih (Kurang) Jam Kerja = Terlambat+Cepat Pulang+Lembur

klik untuk download file Menghitung-Kinerja-Jam-Kerja-Karyawan-dengan-excell

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Also available in : English

Menjumlah Dengan Kata Kunci

Data-data Penjualan

Description

? Penjualan/Sales (Rp)

 

 

Telur Ayam

150,000

Telur Bebek

200,000

Daging Ayam

5,000,000

Daging Bebek

1,000,000

Bulu Ayam

10,000

Bulu Bebek

23,000

Total

6,383,000

Jumlah bdsrkan hasil ternak

Jenis

Total

Telur

350,000

?B12=SUMIF($A$2:$A$8,”*”&A12&”*”,$B$2:$B$8)

Daging

6,000,000

Bulu

33,000

Total

6,383,000

Jumlah bdsrkan hewan ternak

Jenis

Total

Ayam

5,160,000

?B18 = SUMIF($A$2:$A$8,”*”&B18&”*”,$B$2:$B$8)

Bebek

1,223,000

Total

6,383,000

 

Klik : Menjumlah dengan Kata Kunci

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Also available in : English

Menjumlah dengan 2 kriteria

Berikut adalah data Perawatan hewan dari Pet Saloon and Care

 

A

B

C

1

     

2

     

3

Hari

Penjualan

Qty

4

Senin

Pudel

5

5

Selasa

Anggora

6

6

Rabu

Anggora

5

7

Kamis

Pudel

4

8

Jumat

Pudel

5

9

Sabtu

Pudel

4

10

Minggu

Pudel

5

11

Senin

Anggora

5

12

Selasa

Pudel

6

13

Rabu

Pudel

7

14

Kamis

Pudel

6

15

Jumat

Pudel

5

16

Sabtu

Pudel

6

17

Minggu

Pudel

5

18

Senin

Pudel

6

19

Selasa

Pudel

6

20

Rabu

Pudel

7

21

Kamis

Pudel

8

22

Jumat

Pudel

7

23

Sabtu

Pudel

6

24

Minggu

Pudel

7

25

Senin

Pudel

6

26

Selasa

Pudel

7

27

Rabu

Anggora

7

28

Kamis

Pudel

8

29

Jumat

Pudel

9

30

Sabtu

Anggora

8

31

Minggu

Pudel

7

32

Senin

Pudel

8

 

Jika kita ingin mengetahui Perawatan Anjing Pudel khusus hari sabtu

maka kita memperoleh 2 kriteria :

Syarat 1

Syarat 2

Hasil

Hari

Penjualan

Jumlah

 

 

 

Sabtu

Pudel

16

=SUMPRODUCT(($A$4:$A$32=A40)*($B$4:$B$32=B40)*$C$4:$C$32)

=4+6+6

Klik untuk download Excell : Menjumlah-dengan-2-kriteria

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Menghitung jumlah data dengan 2 kriteria

 

Berikut adalah data kehadiran PT. Franchise Indonesia perdepartemen berdasarkan shift

 

B

C

 

Bagian

Shift

3

FINANCE & ACCOUNTING

1

4

FINANCE & ACCOUNTING

1

5

MAINTENANCE

1

6

MAINTENANCE

1

7

MAINTENANCE

1

8

ASSEMBLING

1

9

ASSEMBLING

3

10

ASSEMBLING

3

11

ASSEMBLING

1

12

ASSEMBLING

3

13

E/G PART MACH

1

14

E/G PART MACH

1

15

E/G PART MACH

1

16

E/G PART MACH

1

17

ENGINEERING

1

18

ENGINEERING

2

19

ENGINEERING

1

20

ENGINEERING

2

21

ENGINEERING

1

22

PPIC

1

23

PPIC

1

24

QUALITY CONTROL

1

25

QUALITY CONTROL

1

26

SALES & PURCHASING

1

27

SALES & PURCHASING

1

28

T/M PART MACH

2

29

T/M PART MACH

1

30

T/M PART MACH

3

31

T/M PART MACH

1

 

Jika kita ingin mencari hasil dari Banyaknya bagian yang masuk kerja berdasarkan shift, maka pertama kita buat Tabel yang terdiri nama bagian, shift dan jumlah spt dibawah ini :

 

F

G

H

I

J

2

Dept

Shift

Jumlah

3

1

2

3

4

FINANCE & ACCOUNTING

 

 

 

0

5

MAINTENANCE

 

 

 

0

6

ASSEMBLING

 

 

 

0

7

E/G PART MACH

 

 

 

0

8

ENGINEERING

 

 

 

0

9

PPIC

 

 

 

0

10

QUALITY CONTROL

 

 

 

0

11

SALES & PURCHASING

 

 

 

0

12

T/M PART MACH

 

 

 

0

13

Jumlah

0

0

0

0

 

Setelah itu masukkan rumus pada sel G4 =COUNTIFS($B$3:$B$31,$F4,$C$3:$C$31,G$3)

Ket :

$B$3:$B$31 : Jajaran Kriteria 1 yaitu kolom bagian

$F4 = Kriteria 1 yaitu Finance & Accounting

$C$3:$C$31 = Jajaran Kriteria 2 yaitu kolom data shift

G$3 = Kriteria 2, yaitu shift 1

yang hasilnya sebagai berikut :

 

 

F

G

H

I

J

2

Dept

Shift

Jumlah

3

1

2

3

4

FINANCE & ACCOUNTING

2

0

0

2

5

MAINTENANCE

3

0

0

3

6

ASSEMBLING

2

0

3

5

7

E/G PART MACH

4

0

0

4

8

ENGINEERING

3

2

0

5

9

PPIC

2

0

0

2

10

QUALITY CONTROL

2

0

0

2

11

SALES & PURCHASING

2

0

0

2

12

T/M PART MACH

2

1

1

4

13

Jumlah

22

3

4

29

Jadi jumlah bagian Finance dan Accounting yang masuk pada Shift 1 adalah sebanyak :2 orang

Klik untuk download file excell : Menghitung-jumlah-data-dengan-2-kriteria

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)