Arsip Kategori: Akuntansi Untuk Nirlaba (NGO)

Try Out CPA – AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN ORGANISASI NIRLABA (ESSAY)

Try Out CPA - AKUNTANSI PEMERINTAHAN & NIRLABA (ESSAY)

CPA REVIEW FEUI
MODUL AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Anda harus mengisi dengan teks.
Anda harus mengisi alamat dengan email.

Leaderboard: Try Out CPA - AKUNTANSI PEMERINTAHAN & NIRLABA (ESSAY)

maksimum dari 3 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Try Out CPA – AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

Try Out CPA - AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

CPA REVIEW FEUI
MODUL AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

Leaderboard: Try Out CPA - AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

maksimum dari 15 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Form “Tanda Terima Barang” Donasi

Dibawah ini contoh “Tanda Terima Barang” Donasi untuk Organisasi Nirlaba.

Keterangan :

Your Logo Here : Logo Organisasi

Front Pembela Indonesia : Nama Organisasi

No. XX/XX/XXXX : No Tanda Terima Barang

Diterima Dari : Diisi Nama Donatur

No. Surat Jalan : Diisi No Surat Jalan dari Pengirim/Donatur

Alamat : Diisi alamat donatur
Kota, Negara dan kode pos : Kota, Negara dan kode pos dari alamat donatur.

Tanggal : Tanggal Transaksi

Req No. : Nomor RR (Receipt Request) – Lihat Standard Operating Prosedur pada Organisasi Non Profit

Departemen : Diisi dari Departemen yang membuat RR

DIKIRIM DENGAN MENGGUNAKAN : Pilih/ceklist cara pengiriman

Nama Barang : Diisi dengan nama barang yang diterima

Kondisi : Pilih kondisi barang yang diterima (Baik Semua, Baik Sebagian, Rusak Semua, Rusak sebagian.

Satuan : diisi satuan dari barang yang diterima (Kg, Pcs, Liter dll)

Diterima : Jumlah Barang Yang Diterima

Dikembalikan : Jumlah Barang yang tidak diterima dan dikembalikan (misal karena rusak)

Jumlah : Total Barang yang datang ( otomatis terisi)

Total : Jumlah dari Barang yang diterima, Dikembalikan dan Jumlah Total

Keterangan : Diisi jika ada keterangan tambahan yang perlu diinformasikan

Diserahkan : Diisi Tanda tangan dan Nama Lengkap Pengirim

Diterima Oleh : Diisi tandatangan dan Nama Lengkap penerima atau petugas gudang

Disetujui oleh : Diisi Tandatangan dan Nama Lengkap yang mengotorisasi,misal Kepala Gudang.

Template diatas dapat dimodifikasi atau disempurnakan sesuai kebutuhan.

Klik Tombol dibawah untuk Download

download icon

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 3.1/10 (32 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)

Standard Operating Prosedur Penerimaan Barang Donasi Pada Organisasi Non Profit

Salah satu kegiatan organisasi non profit yang paling sering dan hampir ada disetiap jenisnya adalah menerima bantuan baik berupa uang maupun barang. Selayaknya perusahaan yang telah go publik, organisasi non profit juga memerlukan tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat semakin tinggi pula tingkat bantuan yang diterima dari masyarakat untuk digunakan dalam menjalankan Visi dan Misi organisasi.

Didalam pelaksanaan untuk mencapai visi, misi dan tujuan tersebut maka baik organisasi profit maupun non profit sama-sama dituntut pengelolaan yang baik. Semakin baik manajemen pengelolaan organisasi semakin tinggi pula tingkat kepercayaan publik (masyarakat, pemerintah maupun swasta). Pengelolaan yang baik salah satu syaratnya adalah pengendalian internal yang baik. Pengendalian Internal yang baik salah satu kriterianya adalah pemisahan fungsi, tanggung jawab dan wewenang yang jelas. Pemisahan fungsi, tugas, fungsi, tanggung jawab dan wewenang yang jelas tertuang didalam Standard Operating Prosedur. Jika suatu organisasi tidak memilik SOP, bisa dipastikan pengelolaan organisasi tersebut buruk dan setiap kegiatan tidak bisa dipertanggungjawabkan termasuk tidak bisa dipertanggung jawabkannya penggunaan atas uang dan barang donasi yang diterima.

Dibawah ini adalah salah satu contoh Prosedur Standard yang harus dipenuhi ketika akan menerima bantuan berupa Barang.

SOP Penerimaan Barang Donasi

Keterangan :

Singkatan :
Akt : Akuntansi
BAST : Berita Acara Serah Terima (FM-WH-0XX-20XX, Rev.X)
DNR : Donatur
DP : Dokumen Pendukung
PDD : Penggalangan Dana & Donasi
RR : Receipt Requesition (Permohonan Penerimaan Barang)
(FM-PDD-001-2008, Rev.0)
SJ/DO : Surat Jalan/Delivery Order
WH : Warehouse (Gudang)

1. Bagian Penggalangan dana dan Donasi mengisi form RR dan mengirim ke Warehouse.
Lihat IK-PDD-XXX-XX

2. Bagian Gudang menerima dan memeriksa kelengkapan data (isi dan otorisasi) RR

Lihat IK-WH-XXX-XX

3. Barang Donasi tiba dilembaga

4. Pastikan Surat Jalan dari Pengirim sudah ada di daftar RR, jika ya lanjut ke nomor 7, jika tidak lanjut ke nomor 5.

Lihat IK-WH-XXX-XX

5. Jika tidak ada didaftar RR, konfirmasikan kebagian PDD apakah ada RR yang belum diserahkan kebagian Gudang.

6. – Jika ada minta untuk segera dikirm RR agar penerimaan barang dapat diproses. (kembali keproses nomor 1 sampai nomor 4)
- Jika tidak maka tolak atas barang yang dikirim.

7. Siapkan BAST sebelum melakukan pengecekan Fisik

Lihat IK-WH-XXX-XX

8. Periksa kesesuaian SJ/DO dengan RR lalu cocokkan dengan fisik barang mengenai Jumlah dan kondisi barang dan hasilnya dimasukkan ke form BAST.

Lihat IK-WH-XXX-XX

9. Minta otorisasi BAST ke Ka.Gudang

10. Terima barang dan serahkan BAST yang telah ditandatangani lembar ke1 ke pengirim.

11. Lakukan Prosedur Penyimpanan Barang lalu serahkan BAST lembar ke.. Dan SJ/DO lembar ke…kebagian Akt untuk dicatat.

Lihat IK-WH-XXX-XX

12. Kirim SJ/DO dan BAST ke bagian akuntansi untuk dicatat

13. Jika pada proses nomor 6 tidak terpenuhi maka tolak barang yang dari donatur.

14. SELESAI

Jika ada saran lebih baik silahka dishare ya….

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Pencatatan Sisa Dana Kegiatan Pada Organisasi Nirlaba

Organisasi Nirlaba jika menerima sumbangan dari donatur yang diikat dengan perjanjian dan dibatasi untuk tujuan dan waktu tertentu atau bersifat sementara hingga kondisi-kondisi pembatasannya terpenuhhi disebut Sumbangan Terikat Sementara.

Contoh : LSM Indonesia bekerja sama dengan salah satu WHO untuk melaksanakan program “Pemantauan atas Iklan dan Sponsorsip Industri Rokok di Indonesia.” dan lembaga tersebut memberi kode atas program tersebut W-01. Atas kerjasama tersebut LSM Indonesia memperoleh dana sebesar Rp. 100.000.000,- untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Perjanjian tersebut ditandatangani tanggal 1 April 2012 dan kerjasama berakhir pada tanggal 30 September 2012. Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa sisa dana kegiatan dan peralatan yang diperoleh dengan menggunakan dana tersebut akan menjadi hak LSM Indonesia pada saat berakhirnya perjanjian tersebut. Atas penerimaan tersebut maka LSM Indonesia akan mencatat :

Dr. Bank …..Rp. 100.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Kr. Sumbangan Terikat Temporer …..Rp. 100.000.000,-

Pada tanggal 10 April 2012, Tn Ahmad dari LSM Indonesia sebagai penanggung jawab program menerima dana tersebut dari lembaga untuk memulai kegiatan. Atas pemberian dana tersebut, lembaga mencatat :

Dr. Uang Muka Kegiatan – Program W-1 ……Rp. 100.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Kr. Bank……………………………..Rp.100.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Pada tanggal 10 September kegiatan telah selesai dan Tn. Ahmad memberikan Laporan Hasil Kegiatan dan sekaligus mempertanggungjawabkan Dana Kegiatan yang diterimanya dengan perincian Pengeluaran sbb :

1. Biaya2x (Fee relawan, Spanduk dan Cetakan, Transportasi dan Administrasi)…Rp. 63.000.000

2. Peralatan (Kamera, Handycam dan Laptop) …Rp. 27.000.000,-

Atas pertanggungjawaban Tn Ahmad, lembaga mencatat :

Atas Biaya-Biaya yang dikeluarkan LSM Indonesia mencatat :

10/09/2012

Dr. Biaya Program W-1………………………………..Rp, 63.000.000,- (Lap Aktivitas)

Dr. Aset Tetap Terikat Temporer Peralatan ……… Rp.27.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Dr. Kas Terikat Temporer – Dana Program W-1…Rp. 10.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Kr. Uang Muka Kegiatan – Program W-1…………………………Rp.100.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Tanggal 30 September 2012 dengan berakhirnya Program Kerjasama, LSM Indonesia mencatat atas sisa dana kegiatan dan Peralatan yang diperoleh dari Dana Terikat tersebut diatas sbb :

Dr. Aset Bersih Yang Berakhir Pembatasannya-Program W-1 Rp. 37.000.000 (Lap Aktivitas)

Kr. Kas Terikat Temporer – Dana Program W-1…………………………Rp.10.000.000 (Laporan Posisi Keuangan)

Kr. Aset Tetap Terikat Temporer – Peralatan ……………………………..Rp.27.000.000 (Laporan Posisi Keuangan)

* Untuk mencatat Beban Program W-1 atas penyerahan sisa dana kegiatan Rp. 10 jt dan Peralatan sebesar Rp. 27 Jt kepada LSM Indonesia

Dr. Kas Tidak Terikat …….Rp. 10.000.000,0 (Laporan Posisi Keuangan)

Kr. Aset Bersih Yang Berakhir Pembatasannya….Rp.10.000.000,- (Lap Aktivitas)

* Untuk mengakui penerimaan sisa dana kegiatan oleh lembaga dari Program W-1

Dr. Aset Tetap Tidak Terikat ……..Rp.27.000.000,- (Laporan Posisi Keuangan)

Kr. Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan ….Rp.27.000.000,- (Lap Aktivitas)

* Untuk mengakui penerimaan Peralatan Program W-1 oleh lembaga

Note : Laporan Posisi Keuangan = Neraca ; Laporan Aktivitas = Laporan Laba Rugi Komprehensif

Jika ada kekeliruan, mohon koreksinya ya……!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Sistem Penerimaan Keuangan Pada Organisasi Nirlaba

Penerimaan Keuangan adalah Aliran Masuk Uang baik tunai maupun melalui transfer bank. Setiap penerimaan uang tunai harus segera disetorkan kedalam rekening bank milik organisasi pada hari kerja berikutnya.

Sumber Dana

Sumber-sumber dana Organisasi Nirlaba dapat bersumber dari internal maupun eksternal/pihak ketiga yang antara lain:

- Sumbangan Pengurus dan sumbangan karyawan.

- Sumbangan Perorangan, penerimaan ini biasanya disebut sumbangan masyarakat

- Sumbangan Non Perorangan seperti lembaga swasta (Dana CSR, sumbangan untuk bencana alam, dana kerjasama dan lainnya) dan pemerintah.

- Fundraising, contoh sumber ini adalah penjualan buku, penjualan suvenir, dan lain-lain

- Fee yang diterima dari pihak ketiga atas pengiriman anggota/pengurus sebagai narasumber

- Lainnya seperti Bunga Bank, Penjualan Aset Tetap dan lain-lain.

2. Transaksi Perbankan

- Setiap penerimaan dana kerjasama dari pihak donor yang bersifat mengikat melalui perbankan yang masing-masing dibuatkan Rekening Koran/Giro, kecuali disebutkan lain didalam perjanjian.

Hal ini bertujuan untuk :

a. memudahkan didalam memonitor Dana Kerjasama (Dana Terikat) tersebut telah diimplementasikan melalui kegiatan pada proposal yang telah disepakati.

b. memudahkan didalam mempertanggungjawabkan dana tersebut ketika dilakukan pemeriksaan.

c. Memudahkan didalam pengujian silang antara realisasi anggaran dengan saldo/sisa dana anggaran, misalnya berdasarkan laporan realisasi anggaran, dana tersedia adalah Rp. 50.000.000, maka dengan pemisahan rekening tersebut kita dapat dengan mudah menguji silang dengan rekening koran yang telah dipisah. Coba bayangkan jika dana tersebut dicampur dengan dana lain dalam satu rekening????

- Penerimaan dana lainnya/Dana tidak terikat dibuatkan rekening lainnya yang terpisah dari Rekening Dana Terikat.

bersambung….

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bangunan Mesin dan peralatan/Aktiva Tetap Terikat Sementara (Temporarely Restricted Property, Plant and Equipment / Fixed Assets) untuk Organisasi Nirlaba (Non Goverment Organization)

Lembaga – lembaga sosial masyarakat (Non Goverment Organization – NGO ) didalam melakukan program-program kegiatannya umumnya didanai oleh donatur-donatur baik dari dalam maupun luar negri. Atas pengeluaran-pengeluaran untuk pembelian peralatan, kendaraan dan aktiva lainnya dicatat sebagai Tanah, Bangunan dan Peralatan terikat sementara atau permanen ( Temporarely Restricted Property, Plant and Equipment) dan disajikan kedalam pos Aktiva dalam Laporan Posisi Keuangan / Financial Statement (disebut neraca untuk organisasi yg mencari laba). Penggolongan atas terikat sementara atau permanen ditentukan dengan kondisi yang diatur dalam PSAK 45 “Klasifikasi Aktiva Bersih atau Tidak Terikat” paragraf 16 & 17 yaitu :

16. Pembatasan permanen terhadap (1) aktiva, seperti tanah atau karya seni, yang disumbangkan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan tidak untuk dijual, atau (2) aktiva yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara permanen dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaanya dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatatn atas laporan keuangan. Pembatasan permanen kelompok kedua tersebut berasal dari hibah atau wakaf dan warisan yang menjadi dana abadi (endowment).

17. Pembatasan temporer ( Temporarely Restriction )terhadap (1) sumbangan(Donation) berupa aktivitas operasi ( Operation’s Activity ) tertentu, (2) investasi/ Investment untuk jangka waktu tertentu, (3) penggunaan selama periode tertentu dimasa depan, atau (4) pemerolehan aktiva tetap (Acquisition Cost), dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih ( Net Assets ) yang penggunaannya dibatasi secara temporer atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan (notes of financial statements). Pembatasan temporer (Temporarely Restricted) oleh penyumbang/ Funding dapat berbentuk pembatasan waktu ( Time restriction ) atau pembatasan penggunaan, atau keduanya.

Contoh :
Yayasan X memiliki program “Bebaskan anak dari tembakau (Free Kids from Tobacco). Untuk melaksanakan program tersebut Yayasan X mendapat dana dari Donatur “Y” dengan perjanjian kontrak (Contract Agreement) kegiatan selama 3 tahun dimulai tgl 1 Maret 2009 dan setelah kegiatan selesai disepakati syarat-syarat yang dikondisikan berakhir dan tidak lagi mengikat seperti sisa dana kegiatan dan barang-barang yang dibeli dengan menggunakan dana tersebut bebas digunakan oleh Yayasan X. Atas penggunaan dana tersebut terdapat pengeluaran untuk pembelian Kendaraan / Vehicle untuk operasional sebesar Rp. 180.000.000,- yang dibeli tanggal 12 maret 2009. Pencatatan yang dilakukan :

Dr. Bangunan Mesin dan peralatan (Property, Plant and Equipment )– Kendaraan Rp. 180.000.000,-

Kr. Bank/Kas ( Bank / Cash ) Rp. 180.000.000,-

Pada akhir tahun dicatat :

Dr. Beban Program A ( Programme Expenses ) – Depresiasi Rp. 37.500.000

Kr. Akumulasi Penyusutan Rp. 37.500.000

(untuk mencatat biaya penyusutan dgn asumsi umur ekonomis 4 tahun)

* Perhitungan : 180.000.000/4 = 45.000.000

12 Maret 2009 – 31 Desember 2009 = 10 bulan

Maka By. Penyusutan / Depreciation = 10/12 x 45.000.000

= 37.500.000

Setelah Kegiatan selesai yaitu 29 Febuari 2012 maka pencatatan untuk Aktiva / Assets terikat tersebut dicatat :

Dr. Beban Program A ( Programme Expenses ) – Depresiasi Rp. 7.500.000

Kr. Akumulasi Penyusutan ( Accumulated Depreciation ) Rp. 7.500.000

* Untuk mencatat Beban Penyusutan / Depreciation dari Januari 2012 – 29 Febuari 2012 = 3.750.000*2

Akumulasi Penyusutan dari awal pembelian 12 Maret 2009 – 29 Febuari 2012 = 36 bulan * 3.750.000

=135.000.000


Contoh Laporan Posisi Keuangan NGO

Berdasarkan contract agreement disepakati bahwa setelah program kegiatan selesai maka lembaga terbebas atas keterikatan dari syarat2x yang telah disepakati dan kendaraan yang telah dibeli dengan menggunakan dana dari donator tersebut menjadi hak yayasan. Atas perubahan hak kepemilikan kendaraan / vehicle tersebut maka dicatat sbb :

Dr. Akumulasi Penyusutan Rp.135.000.000

Dr. Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan Rp. 45.000.000

Kr. Bangunan Mesin dan peralatan (Property, Plant and Equipment ) Rp.180.000.000

* Untuk mencatat penghapusan aktiva tetap terikat sementara / Tanah, bangunan dan peralatan Terikat Sementara karena berakhirnya masa pembatasan.

Dr. Bangunan Mesin dan peralatan (Property, Plant and Equipment ) Rp.180.000.000

Kr. Akumulasi Penyusutan Rp.135.000.000

Kr. Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan Rp. 45.000.000

* Untuk mencatat penerimaan oleh lembaga/Yayasan atas aktiva tetap terikat sementara (Tanah, bangunan dan peralatan Terikat Sementara/ Temporarely Restricted Property Plant and Equipment ) karena berakhirnya masa pembatasan.


Laporan Posisi Keuangan NGO 2

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)