Arsip Kategori: Akuntansi Rumah Sakit

SOP Laporan Harian Kas Kasir

Keterangan :

1. Sebelum melakukan proses pembayaran (setor kebagian keuangan), siapkan Laporan Pendapatan Harian Kasir serta Kwitansi dari Pasien sebagai dokumen Pendukung.

2. Bagian Keuangan memeriksa Laporan Pendapatan Harian dengan mencocokkan ke bukti pendukungnya yaitu Kwitansi

3. Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi ( Jumlah rupiah kwitansi, kwitansi yang hilang dll) maka kembalikan kepada Bagian Pelayanan untuk dilengkapi.

4. Jika sesuai, terima Laporan Pendapatan harian lalu buatkan Slip Setoran Bank untuk segera dilakukan penyetoran.

5. Selesai

Jasa Penyusunan Laporan Keuangan, Penyusunan SOP, Audit dll

Hubungi Kami di

http://akuntansi.name/?page_id=3566

or email us :

imelakuntansi@gmail.com

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Laporan Honor Dokter dan Potongan PPh 21 menggunakan Excel

Laporan Perhitungan Honor Dokter dan PPh 21 terdiri beberapa modul yaitu :

I. Tabel Dokter, untuk membuat tabel dokter, minimal data-data yang dibutuhkan adalah seperti gambar dibawah ini :

Keterangan :

a. Kolom “Code”, Code atau kode merupakan data unik dokter yang akan digunakan untuk mengidentifikasi dokter. Huruf pertama merupakan inisial dari Dokter yaitu “D”, hal ini untuk mebedakan kode dokter dengan kode yang lainnya.

b. Kolom Nama Dokter merupakan nama dari dokter yang berpraktek.

c. Kolom Specialization merupakan spesialisasi atas profesi dokter, misal : Obgyn, Anak, THT dll (diisi dengan memilih spesialisasi yang telah dibuat di tabel spesialisasi)

d. Kolom Code & Name merupakan gabungan kode dengan nama dokter, digunakan untuk memudahkan didalam melakukan input transaction.

* jika ingin menambahkan informsai dapat dibuat kolom2x baru, misalkan : alamat, nomor telepon dll

II. Tabel Pasien

Didunia kesehatan ada istilah Medical Record yang berisikan catatan sejarah kesehatan pasien selama berkunjung kerumah sakit tersebut. Setiap Medical Record diberikan nomor yang unique (tidak ada yang sama) yang bertujuan untuk mempermudah didalam pencarian catatan atas pasien tersebut. Tabel atas pasien tersebut dapat dilihat seperti dibawah ini :

Keterangan :

a. Code : merupakan kode pasien, atau sering disebut nomor Medical Record didunia kesehatan

b. Nama Pasien : diisi Nama Pasien

c. Address ; diisi dengan alamat pasien

d. Phone : Diisi dengan Nomor telepon pasien

* jika ingin menambahkan informsai dapat dibuat kolom2x baru, misalkan : Tempat dan Tanggal Lahir.

III. Tabel Spesialisasi

Berisi daftar spesialisasi profesi dokter yang terdiri dari

Code :

– Digit pertama yaitu “S” menunjukkan kelompok tabel “Spesialisasi”

– Digit kedua merupakan inisial spesialisasi, misla Spesialis Anak maka huruf kedua dari kode diatas adalah “A”

– 2 digit trerakhir merupakan nomor urut yaitu 01,02,03 dst

Specialist : nama spesialisasi : misalkan contoh diatas “Anak”

* jika ingin menambahkan informasi lainnya misalkan kolom keterangan.

4. Setelah melengkapi Tabel Master Data, maka langkah selanjutnya melengkapi data pendapatan Sampai Dengan Periode Lalu ( sheet “Previous Recap Per Doctor”) seperti diabah ini

karena kita akan membuat laporan bulan maret 2012, maka masukkan Jumlah Yang telah dibyarakan kedokter pada kolom bulan “Januari”dan “Februari”. Hal ini bertujuan untuk memperhitungkan total pendapatan ditahun pajak 2012. Setelah memasukkan Pendapatan dibulan Januari dan Februari, maka akan didapat ? Pendapatan dan PPh 21 selama bulan Januari Sampai Pebruari.

Contoh : Dr. Ahmad total pendapatan selama bulan Jan-Feb adalah Rp. 57.175.000 dengan PPh 21 Rp.1.429.375 yaitu dengan perhitungan :

50% x Rp.57.175.000 = Rp.28.587.500

PPh psl 17 :

5 % x Rp. 28.587.500 = Rp.1.429.375 (lihat dikolom 0-50.000.000

5. Memasukkan Data Transaksi

Keterangan :

– Kolom kode dokter : klik sel, lalu pilih dokter yang akan dihitung honornya dengan dropdown,jangan diketik

– Kolom Spesialis akan terisi otomatis berdasarkan tabel dokter yang telah dibuat diawal.

– MR No : merupakan nomor Medical Record Pasien, dimasukkan secara manual berdasarkan bukti transaksi

– Date : isi tanggal transaksi

– FR No : Adalah Nomor FR (Formulir Rawat. Setiap pasien yang berkunjung akan mengisi formuli yang disebut Formulir Rawat, dan setiap Formulir Rawat diberi nomor yang disebut Nomor FR

– Name : akan terisi otomatis setelah kita mengisi nomor MR berdasarkan tabel pasien yang telah kita buat.

– Amount : Atau Jumlah Rupiah, diisi dengan jumlah tagihan pasien (tagihan Jasa Dokter)

– Collected (c)/ Uncollected (u) : Pilih c jika tagihan pasien telah dibayar oleh pasien (collected) dan “u”, jika tagihan belelum dibayar oleh pasien (uncollected)

– Fees will be paid (Gross) : Kolom ini akan terisi otomatis berdasarkan status pembayaran oleh pasien (Collected / Uncollected). Honor dokter Bruto yang akan dibayar dengan syarat Pasien telah membayar tagihannya (collected), jika status uncollected maka kolom ini akan kosong.

– Hospital/Clinic Sharing (%) : Merupakan bagi hasil untuk RS/Klinik. Sel ini akan terisi otomatis berdasarkan tabel “Bagi Hasil Dokter”

– Hospital/Clinic Sharing (Rp) : merupakan bagi hasil dalam rupiah yang akan terisi secara otomatis dari hasil perkalian kolom “Hospital/Clinic Sharing (%)” dengan kolom “Fees will be paid (Gross)”.

– PPh 21 : Kolom ini akan terisi secara otomatis jumlah PPh 21 yang terhutang diperiode berjalan (Maret 2012)

– ? Fees (Net) : Jumlah Honor bersih (setelah dikurang bagi hasil RS/klinik dan PPh 21) yang akan diterima oleh dokter.

Untuk penjelasan mengenai Perhitungan Honor Dokter Yang diterima Rutin dari RS/Klinik klik http://akuntansi.name/?p=4309

klik disini untuk download file :

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Pajak Penghasilan ( PPh 21 ) Honor Dokter yang diterima berkesinambungan.

Pajak penghasilan bagi dokter yang menerima penghasilan dari pemberi kerja dan bersifat berkesinambung memiliki ketentuan sebagai berikut:

Apabila penghasilan tersebut diberikan karena pekerjaan atau jasanya bersifat berkesinambungan baik berdasarkan kontrak atau kenyataan sebenarnya, maka tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a diterapkan atas jumlah kumulatifnya. (sumber : http://www.pajak.go.id/content/seri-pph-pajak-penghasilan-bagi-dokter ), contoh :

  1. Misal Dokter A (swasta ataupun PNS/TNI/POLRI) menerima honorarium pada bulan Maret 2009 sebesar Rp30.000.000. dari Rumah sakit Z, PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong oleh pemberi kerja/pemberi penghasilan : 5% x (50% x Rp30.000.000,-) = Rp750.000.-,Dokter A wajib diberikan bukti potong PPh Pasal 21.
  2. Misalnya di bulan April 2009 Dokter A juga mendapat honorarium sebesar Rp80.000.000,- dari Rumah Sakit Z (bulan Maret 2009 telah menerima Rp30.000.000,-), sehingga jumlah kumulatifnya menjadi Rp30.000.000,- + Rp80.000.000,- = Rp110.000.000,-
    Dasar Pemotongan PPh Pasal 21 dari jumlah kumulatif tersebut adalah 50% x Rp110.000.000,- = Rp55.000.000,- , sehingga PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong oleh Rumah Sakit Z adalah :
    5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000,-
    15% x Rp5.000.000 = Rp 750.000,- (+)
    Total Rp3.250.000,-
    Karena bulan Maret telah dipotong Rp750.000,-, maka bulan April PPh yang harus dipotong Rp3.250.000 – Rp750.000 = Rp2.500.000
  3. Jumlah Penghasilan adalah Jumlah penghasilan bruto bagi Dokter yang melakukan praktik di rumah sakit dan/atau klinik adalah sebesar jasa Dokter yang dibayar oleh pasien melalui rumah sakit dan/atau klinik sebelum dipotong biaya-biaya atau bagi hasil oleh rumah sakit dan/atau klinik.
  4. Misal untuk bulan-bulan selanjutnya, dokter tersebut mendapat honor seperti tabel dibawah ini :

Pada Bulan Maret tersebut diatas, Rumah Sakit menerima pembayaran dari pasien atas jasa medis (Honor) dokter sebesar Rp. 30.000.000,-. Atas penerimaan pasien tersebut, Rumah Sakit mendapat sharing/bagi hasil sebesar 20% atau sebesar Rp.6.000.000,- dan dokter 80% atau sebesar Rp. 24.000.000,-
a. Atas Penerimaan tersebut Jurnal yang dilakukan oleh Rumah Sakit adalah

Dr. Kas – Neraca Rp. 30.000.000,-

Kr. Pendapatan Jasa Medis – LR Rp. 30.000.000,-

b. Untuk mencatat penerimaan dari Pasien atas Jasa Medis Dokter bulan Maret.

Dr. Biaya Jasa Medis Dokter -LR Rp. 24.000.000,-

Kr. Hutang Jasa Medis – NR Rp. 24.000.000,-

c, untuk mencatat pemotongan pph 21 Jasa Medis Dokter bulan maret sebesar :

5% x (50% x 30.000.000,-) = Rp. 750.000,-

Dr. Utang Jasa Medis – NR Dr. 750.000,-

Kr. Utang PPh 21 – NR Kr. 750.000,-

* Untuk mencatat potongan PPh 21 atas honor Dokter yang terhutang untuk bulan maret,lihat poin no.1 , dasar pemotongan adalah penghasilan bruto sebelum dipotong biaya-biaya (sebelum dipotong bagi hasil untuk rumah sakit)

d. untuk mencatat pembayaran Utang Jasa Medis Dokter

Dr. Utang Jasa Medis Dokter Rp. 23.250.000
Kr. Bank Rp. 23.250.000

e. untuk mencatat penyetoran/pembayaran PPh 21
Dr. Utang PPh 21 Rp. 750.000,-
Kr. Bank Rp. 750.000,-

.PENCATATAN BULAN APRIL OLEH RUMAH SAKIT

Dr. Kas – Neraca Rp. 80.000.000,-

Kr. Pendapatan Jasa Medis – LR Rp. 80.000.000,-

Untuk mencatat penerimaan dari Pasien atas Jasa Medis Dokter bulan April.

Dr. Biaya Jasa Medis Dokter -LR Rp. 64.000.000,-

Kr. Hutang Jasa Medis – NR Rp. 64.000.000,-

untuk mencatat pembagian Jasa Medis Dokter bulan April sebesar 80%:

80% x 80.000.000,- = Rp. 64.000.000,-

Dr. Utang Jasa Medis – NR Dr. 2.500.000,-

Kr. Utang PPh 21 – NR Kr. 2.500.000,-

Untuk mencatat potongan PPh 21 atas honor Dokter yang terhutang untuk bulan April ,lihat poin no.2 , dasar pemotongan adalah akumulasi penghasilan bruto sebelum dipotong biaya2x (sebelum dipotong bagi hasil untuk rumah sakit) yaitu 30 jt +80 jt = 110 jt.

klik disini untuk download file :

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Also available in : English

Discount Pembelian diterima dimuka

Terkadang suatu perusahaan untuk penambahan modal kerja melakukan suatu perjanjian dengan perusahaan lain dengan cara melakukan kontrak perjanjian atas pembelian barang dengan fasilitas discount secara periodik. Fasilitas discount tersebut dalam bentuk Cash yang diterima pembeli kemudian pada saat pembelian dilakukan , pihak pembeli membayar seharga Bruto/sebelum discount ditambah PPn setelah Discount.

Berikut contoh kasus :

PT A membuat kontrak Pembelian ke PT X dengan nilai pembelian Rp. 100.000.000,- untuk 5 tahap pembelian. Atas pembelian itu PT A mendapat discount 10% yaitu senilai Rp. 10.000.000 berupa cash yang diberikan dimuka oleh PT X sehingga PT A setiap tahap pembeliannya harus membayar sebesar Rp. 21.800.000,-. Untuk Prhitungan Pembelian Bersih dan PPn perhitungan sebagai berikut :


Nilai Pembelian : Rp. 100.000.000,-

Discount : Rp. 10.000.000,-

Pembelian Bersih : Rp. 90.000.000,-

PPn 10% : Rp. 9.000.000,-

Total pembelian bersih : Rp. 99.000.000

Atas transaksi tersebut diatas maka pencatatan/jurnal yang dibuat oleh PT. A :

I.Pada saat PT. A menerima discount

Dr. Bank Rp. 10.000.000,-

Kr. Discount diterima dimuka Rp. 10.000.000,-

 

II.Pada Saat Pembelian

1.1. Tahap I :

Dr. Persediaan Rp. 20.000.000,-

Dr. PPn Masukan Rp. 1.800.000,-

Dr. Discount Diterima dimuka Rp. 2.000.000,-

Kr. Utang Usaha Rp. 21.800.000,-

Kr. Discount Pembelian Rp. 2.000.000,-

·Untuk mengakui pembelian ke PT X tahap 1 dan mengakui Discount Pembelian

2.Tahap II :

Dr. Persediaan Rp. 20.000.000,-

Dr. PPn Masukan Rp. 1.800.000,-

Dr. Discount Diterima dimuka Rp. 2.000.000,-

Kr. Utang Usaha Rp. 21.800.000,-

Kr. Discount Pembelian Rp. 2.000.000,-

·Untuk mengakui pembelian ke PT X tahap 2 dan mengakui Discount Pembelian, Dan seterusnya hingga tahap kelima.

Atas pencatatan tersebut diatas maka akan dihasilkan perhitungan sebagai berikut :

Persediaan /Pembelian ( 5 x Rp. 20.000.000,-) Rp. 100.000.000,-

PPn Masukan ( 5 x Rp. 1.800.000) Rp. 9.000.000,-

Hutang Usaha ( 5 x 21.800.000) Rp. 109.000.000,-

Dikurangi Discount Pembelian ( 5 x 2.000.000) (Rp. 10.000.000,-)

Total Pembelian Bersih Rp. 99.000.000,-

Sama kan…dengan perhitungan diatas?????

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Laporan Biaya Dibayar dimuka

Biaya dibayar dimuka merupakan pengeluaran perusahaan yang belum diakui pembebanannya. Contoh Laporan Biaya dibayar dimuka seperti ditabel bawah ini :

Saldo Biaya dibayar dimuka RS Keluar sembuh per 31 Oktober 2007 adalah sebagai berikut :

 

Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Kewajiban Lancar – Contoh Laporan Uang Muka Pasien

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Uang Muka Pasien adalah sebagai berikut :

31 Okt 2007 31 Des 2006
a. Uang Muka Pasien 25.391.996 20.050.000
b. Hutang Obat 468.843.598 464.888.960
c. Hutang Jasa Medis
c1. Jasa Medis Dokter 469.782.577 384.549.381
c2. Jasa Bidan 1.130.400 325.000
d. Hutang Jasa Penunjang Medis
d.1 Hutang Laboratorium 28.041.300 26.654.500
d.2 Hutang Fisioterapi 6.592.420 1.258.848
d.3 Hutang Hemodialisa 2.992.646
-
Jumlah 1.002.774.937
897.726.689
- -

Rincian Uang Muka Pasien per 31 Okt 2007 sebesar Rp. 25.391.996 adalah sebagai berikut :

No MR
Nama So Awal Bulan
October-07 So Akhir

30-Sep-07 Penambahan Pengurangan 31-Oct-07
031045 MUHAMMAD SYAMSUDIN,TN 2.000.000 0 0 2.000.000
049637 ASIH SUPRIYATIN,NY 80.400 0 0 80.400
050375 INDRA SUHARSONO,TN 120.000 0 0 120.000
052887 SABANI RADIONO,TN 74 0 0 74
052947 KUPING BIN MISAN,TN 22 0 0 22
054034 TIN TIN,BY NY 2.000.000 0 0 2.000.000
054086 2.500.000 0 2.500.000
054204 1.400.000 700.000 700.000
055202 5.726.440 2.726.440 3.000.000
055283 600.000 0 600.000
055345 191.500 0 191.500
055478 500.000 0 500.000
055495 700.000 0 700.000
055497 3.500.000 4.500.000 (1.000.000)
055502 500.000 0 500.000
055536 700.000 0 700.000
055550 2.100.000 0 2.100.000
055561 600.000 0 600.000
055568 600.000 0 600.000
055570 700.000 0 700.000
055584 1.000.000 0 1.000.000
055590 600.000 0 600.000
055595 2.500.000 0 2.500.000
055596 500.000 0 500.000
055599 500.000 0 500.000
055604 2.500.000 0 2.500.000
055612 600.000 0 600.000
055997 600.000 0 600.000
SALDO 4.200.496 29.117.940 7.926.440 25.391.996

Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Hutang Usaha – Hutang Pembelian Obat

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Uang Muka Pasien adalah sebagai berikut :

31 Okt 2007 31 Des 2006
a. Uang Muka Pasien 25.391.996 20.050.000
b. Hutang Obat 468.843.598 464.888.960
c. Hutang Jasa Medis
c1. Jasa Medis Dokter 469.782.577 384.549.381
c2. Jasa Bidan 1.130.400 325.000
d. Hutang Jasa Penunjang Medis
d.1 Hutang Laboratorium 28.041.300 26.654.500
d.2 Hutang Fisioterapi 6.592.420 1.258.848
d.3 Hutang Hemodialisa 2.992.646
-
Jumlah 1.002.774.937
897.726.689
- -

Rincian Hutang Pembelian Obat per 31 Okt 2007 adalah sebagai berikut :

Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Laporan Hutang Usaha Laboratorium

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Hutang Rujukan Pemeriksaan Laboratorium per 31 Oktober 2007 adalah sebagai berikut :

No. Keterangan Saldo Awal Mutasi Saldo Akhir
31 Desember 2006 Penambahan Pengurangan 31 Oktober 2007
1 Laboraorium CITA 150.500 87.773.000 78.813.000 9.110.500
2 PT ABC 463.000 27.569.500 22.578.500 5.454.000
3 RS Cipto 2.650.000 17.800.000 11.500.000 8.950.000
4 Prodia Laboratorium 23.391.000 210.000 19.074.200 4.526.800
Jumlah 26.654.500 133.352.500 131.965.700 28.041.300


VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 1.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Laporan Biaya Yang Masih Harus Dibayar

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Rincian Biaya Yang Masih Harus Dibayar per 31 Oktober 2007 adalah sebagai berikut :

31/12/2006 31/10/2007
Biaya Yang Masih Harus Dibayar
TeleponY.M.H.D 8.504.272 7.121.100
Air 618.560 3.039.600
Listrik 16.315.121 12.922.700
Gaji YMHD 280.943.549 12.922.700
Lembur 12.157.500 -
Jamsostek 139.463.150 65.575.285
Hutang PPh 21 40.068.125 22.033.445
Jumlah 498.070.277 123.614.830
- -

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Alur Pecatatan Transaksi Dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)

Dibawah ini merupakan alur kegiatan Jaminan Kesehatan Masyarakat


Transaction’s flow of Jamkesmas

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Pendapatan Rumah Sakit berdasarkan sifatnya

Pendapatan rumah sakit berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi :

1. Sewa ruangan

2. Makanan Untuk Pasien

3. Sewa Alat

4. Alat Habis Pakai

5. Obat

6. Jasa Sarana (termasuk bagi hasil jasa visitasi dan tindakan medis)

7. Pelayanan Laboratorium ( Khusus pemeriksaan Laboratorium untuk pasien Rawat Inap)

8. Administrasi

9. Eboser ( Kartu Pasien Rawat Inap)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)