Pencatatan Invoice dengan Tax Inclusive (Harga termasuk pajak)

PT, Akunting Pencinta Islam menerima Invoice (tagihan) dari PT Mesin Laundry Jaya (lihat gambar dibawah ini :

dengan total tagihan Rp. 9.600.00 dengan rincian sebagai berikut :

1. Harga 2 unit AC @ Rp. 5.000.000 = Rp. 10.000.000, harga tersebut sudah termasuk PPn sebesar 10%.

Discount sebesar 5% dari harga jual = Rp. 500.000,- .

2. Atas discount yang diberikan tersebut maka PPn sebesar :

=(10.000.000-500.000) x 10/110

=9.500.000 x 10/110

=863.636

3. Biaya Pengiriman sebesar Rp.100.000

4. Maka Total Tagihan adalah (10.000.000-500.000)+100.000= Rp.9.600.000,-

Jurnal atas penerimaan invoice tersebut diatas adalah:

Dr.Persediaan……………..9.136.363

Dr.PPn Masukan………….   863.636

Dr.Biaya Pengiriman……..   100.000

Kr.Discount…………………. 500.000

Kr.Utang Usaha…………..9.600.000

Silahkan dikoreksi jika ada yang kurang tepat didalam penulisan artikel ini. Untuk mendownload Contoh bentuk PO diatas dengan format Excel 2007 silahkan klik pada gambar diatas.

Note : Jika harga barang belum termasuk PPn, Klik box disamping tulisan Tax Inclusive, pada file excel tersebut diatas maka perhitungan akan dilakukan secara otomatis.

 

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

Pajak Penghasilan ( PPh 21 ) Honor Dokter yang diterima berkesinambungan.

Pajak penghasilan bagi dokter yang menerima penghasilan dari pemberi kerja dan bersifat berkesinambung memiliki ketentuan sebagai berikut:

Apabila penghasilan tersebut diberikan karena pekerjaan atau jasanya bersifat berkesinambungan baik berdasarkan kontrak atau kenyataan sebenarnya, maka tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a diterapkan atas jumlah kumulatifnya. (sumber : http://www.pajak.go.id/content/seri-pph-pajak-penghasilan-bagi-dokter ), contoh :

  1. Misal Dokter A (swasta ataupun PNS/TNI/POLRI) menerima honorarium pada bulan Maret 2009 sebesar Rp30.000.000. dari Rumah sakit Z, PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong oleh pemberi kerja/pemberi penghasilan : 5% x (50% x Rp30.000.000,-) = Rp750.000.-,Dokter A wajib diberikan bukti potong PPh Pasal 21.
  2. Misalnya di bulan April 2009 Dokter A juga mendapat honorarium sebesar Rp80.000.000,- dari Rumah Sakit Z (bulan Maret 2009 telah menerima Rp30.000.000,-), sehingga jumlah kumulatifnya menjadi Rp30.000.000,- + Rp80.000.000,- = Rp110.000.000,-
    Dasar Pemotongan PPh Pasal 21 dari jumlah kumulatif tersebut adalah 50% x Rp110.000.000,- = Rp55.000.000,- , sehingga PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong oleh Rumah Sakit Z adalah :
    5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000,-
    15% x Rp5.000.000 = Rp 750.000,- (+)
    Total Rp3.250.000,-
    Karena bulan Maret telah dipotong Rp750.000,-, maka bulan April PPh yang harus dipotong Rp3.250.000 – Rp750.000 = Rp2.500.000
  3. Jumlah Penghasilan adalah Jumlah penghasilan bruto bagi Dokter yang melakukan praktik di rumah sakit dan/atau klinik adalah sebesar jasa Dokter yang dibayar oleh pasien melalui rumah sakit dan/atau klinik sebelum dipotong biaya-biaya atau bagi hasil oleh rumah sakit dan/atau klinik.
  4. Misal untuk bulan-bulan selanjutnya, dokter tersebut mendapat honor seperti tabel dibawah ini :

Pada Bulan Maret tersebut diatas, Rumah Sakit menerima pembayaran dari pasien atas jasa medis (Honor) dokter sebesar Rp. 30.000.000,-. Atas penerimaan pasien tersebut, Rumah Sakit mendapat sharing/bagi hasil sebesar 20% atau sebesar Rp.6.000.000,- dan dokter 80% atau sebesar Rp. 24.000.000,-
a. Atas Penerimaan tersebut Jurnal yang dilakukan oleh Rumah Sakit adalah

Dr. Kas – Neraca                              Rp. 30.000.000,-

Kr. Pendapatan Jasa Medis – LR               Rp. 30.000.000,-

b. Untuk mencatat penerimaan dari Pasien atas Jasa Medis Dokter bulan Maret.

Dr. Biaya Jasa Medis Dokter -LR       Rp. 24.000.000,-

Kr.  Hutang Jasa Medis – NR                    Rp. 24.000.000,-

c, untuk mencatat pemotongan pph 21 Jasa Medis Dokter bulan maret sebesar :

5% x (50% x 30.000.000,-) = Rp. 750.000,-

Dr. Utang Jasa Medis – NR                          Dr. 750.000,-

Kr. Utang PPh 21 – NR                             Kr. 750.000,-

* Untuk mencatat potongan PPh 21 atas honor Dokter yang terhutang untuk bulan maret,lihat poin no.1 , dasar pemotongan adalah penghasilan bruto sebelum dipotong biaya-biaya (sebelum dipotong bagi hasil untuk rumah sakit)

d. untuk mencatat pembayaran Utang Jasa Medis Dokter

Dr. Utang Jasa Medis Dokter                     Rp. 23.250.000
Kr. Bank                                        Rp. 23.250.000

e. untuk mencatat penyetoran/pembayaran PPh 21
Dr. Utang PPh 21                          Rp. 750.000,-
Kr. Bank                                   Rp. 750.000,-

.PENCATATAN BULAN APRIL OLEH RUMAH SAKIT

Dr. Kas – Neraca                              Rp. 80.000.000,-

Kr. Pendapatan Jasa Medis – LR               Rp. 80.000.000,-

Untuk mencatat penerimaan dari Pasien atas Jasa Medis Dokter bulan April.

Dr. Biaya Jasa Medis Dokter -LR       Rp. 64.000.000,-

Kr.  Hutang Jasa Medis – NR                    Rp. 64.000.000,-

untuk mencatat pembagian Jasa Medis Dokter bulan April sebesar 80%:

80% x 80.000.000,- = Rp. 64.000.000,-

Dr. Utang Jasa Medis – NR                          Dr. 2.500.000,-

Kr. Utang PPh 21 – NR                                    Kr. 2.500.000,-

Untuk mencatat potongan PPh 21 atas honor Dokter yang terhutang untuk bulan April ,lihat poin no.2 , dasar pemotongan adalah akumulasi penghasilan bruto sebelum dipotong biaya2x (sebelum dipotong bagi hasil untuk rumah sakit) yaitu 30 jt +80 jt = 110 jt.

klik disini untuk download file :

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Discount Pembelian diterima dimuka

Terkadang suatu perusahaan untuk penambahan modal kerja melakukan suatu perjanjian dengan perusahaan lain dengan cara melakukan kontrak perjanjian atas pembelian barang dengan fasilitas discount secara periodik. Fasilitas discount tersebut dalam bentuk Cash yang diterima pembeli kemudian pada saat pembelian dilakukan , pihak pembeli membayar seharga Bruto/sebelum discount ditambah PPn setelah Discount.

Berikut contoh kasus :

PT A membuat kontrak Pembelian ke PT X dengan nilai pembelian Rp. 100.000.000,- untuk 5 tahap pembelian. Atas pembelian itu PT A mendapat discount 10% yaitu senilai Rp. 10.000.000 berupa  cash yang diberikan dimuka oleh PT X sehingga PT A setiap tahap pembeliannya harus membayar sebesar Rp. 21.800.000,-. Untuk Prhitungan Pembelian Bersih dan PPn perhitungan sebagai berikut :


Nilai Pembelian                   :     Rp. 100.000.000,-

Discount                             :         Rp.   10.000.000,-

Pembelian Bersih                :      Rp.   90.000.000,-

PPn   10%                          :            Rp.      9.000.000,-

Total pembelian bersih         :       Rp.    99.000.000

Atas transaksi tersebut diatas maka pencatatan/jurnal yang dibuat oleh PT. A  :

I.Pada saat PT. A menerima discount

Dr.  Bank                                                                Rp. 10.000.000,-

Kr.  Discount diterima dimuka                             Rp. 10.000.000,-

 

II.Pada Saat Pembelian

1.1. Tahap I :

Dr. Persediaan                                                    Rp. 20.000.000,-

Dr. PPn Masukan                                               Rp.   1.800.000,-

Dr. Discount Diterima dimuka                     Rp.   2.000.000,-

Kr. Utang Usaha                                                                Rp. 21.800.000,-

Kr. Discount Pembelian                                                  Rp.   2.000.000,-

·Untuk mengakui pembelian ke PT X tahap 1 dan mengakui Discount Pembelian

2.Tahap II :

Dr. Persediaan                                                    Rp. 20.000.000,-

Dr. PPn Masukan                                               Rp.   1.800.000,-

Dr. Discount Diterima dimuka                     Rp.   2.000.000,-

Kr. Utang Usaha                                                               Rp. 21.800.000,-

Kr. Discount Pembelian                                                Rp.   2.000.000,-

·Untuk mengakui pembelian ke PT X tahap 2 dan mengakui Discount Pembelian, Dan seterusnya hingga tahap kelima.

 Atas pencatatan tersebut diatas maka akan dihasilkan perhitungan sebagai berikut :

Persediaan /Pembelian ( 5 x Rp. 20.000.000,-)             Rp. 100.000.000,-

PPn Masukan ( 5 x Rp. 1.800.000)                               Rp. 9.000.000,-

Hutang Usaha ( 5 x 21.800.000)                                    Rp. 109.000.000,-

Dikurangi Discount Pembelian ( 5 x 2.000.000)             (Rp.    10.000.000,-)

Total Pembelian Bersih                                                   Rp.    99.000.000,-

Sama kan…dengan perhitungan diatas?????

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Kewajiban Lancar – Contoh Laporan Uang Muka Pasien

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Uang Muka Pasien adalah sebagai berikut :

31 Okt 2007 31 Des 2006
a. Uang Muka Pasien 25.391.996 20.050.000
b. Hutang Obat 468.843.598 464.888.960
c. Hutang Jasa Medis
c1. Jasa Medis Dokter 469.782.577 384.549.381
c2. Jasa Bidan 1.130.400 325.000
d. Hutang Jasa Penunjang Medis
d.1 Hutang Laboratorium 28.041.300 26.654.500
d.2 Hutang Fisioterapi 6.592.420 1.258.848
d.3 Hutang Hemodialisa 2.992.646
-
Jumlah 1.002.774.937
897.726.689
- -

Rincian Uang Muka Pasien per 31 Okt 2007  sebesar Rp. 25.391.996 adalah sebagai berikut :

No MR
Nama So Awal Bulan
October-07 So Akhir

30-Sep-07 Penambahan Pengurangan 31-Oct-07
031045 MUHAMMAD SYAMSUDIN,TN 2.000.000 0 0 2.000.000
049637 ASIH SUPRIYATIN,NY 80.400 0 0 80.400
050375 INDRA SUHARSONO,TN 120.000 0 0 120.000
052887 SABANI RADIONO,TN 74 0 0 74
052947 KUPING BIN MISAN,TN 22 0 0 22
054034 TIN TIN,BY NY 2.000.000 0 0 2.000.000
054086 2.500.000 0 2.500.000
054204 1.400.000 700.000 700.000
055202 5.726.440 2.726.440 3.000.000
055283 600.000 0 600.000
055345 191.500 0 191.500
055478 500.000 0 500.000
055495 700.000 0 700.000
055497 3.500.000 4.500.000 (1.000.000)
055502 500.000 0 500.000
055536 700.000 0 700.000
055550 2.100.000 0 2.100.000
055561 600.000 0 600.000
055568 600.000 0 600.000
055570 700.000 0 700.000
055584 1.000.000 0 1.000.000
055590 600.000 0 600.000
055595 2.500.000 0 2.500.000
055596 500.000 0 500.000
055599 500.000 0 500.000
055604 2.500.000 0 2.500.000
055612 600.000 0 600.000
055997 600.000 0 600.000
SALDO 4.200.496 29.117.940 7.926.440 25.391.996

  Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Hutang Usaha – Hutang Pembelian Obat

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Uang Muka Pasien adalah sebagai berikut :

31 Okt 2007 31 Des 2006
a. Uang Muka Pasien 25.391.996 20.050.000
b. Hutang Obat 468.843.598 464.888.960
c. Hutang Jasa Medis
c1. Jasa Medis Dokter 469.782.577 384.549.381
c2. Jasa Bidan 1.130.400 325.000
d. Hutang Jasa Penunjang Medis
d.1 Hutang Laboratorium 28.041.300 26.654.500
d.2 Hutang Fisioterapi 6.592.420 1.258.848
d.3 Hutang Hemodialisa 2.992.646
-
Jumlah 1.002.774.937
897.726.689
- -

Rincian Hutang Pembelian Obat per 31 Okt 2007 adalah sebagai berikut :

  Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Laporan Hutang Jasa Medis Dokter

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Hutang Jasa Medis Dokter per 31 Oktober 2007 adalah sebagai berikut :

31 Okt 2007 31 Des 2006
a. Uang Muka Pasien 25.391.996 20.050.000
b. Hutang Obat 468.843.598 464.888.960
c. Hutang Jasa Medis
c1. Jasa Medis Dokter 469.782.577 384.549.381
c2. Jasa Bidan 1.130.400 325.000
d. Hutang Jasa Penunjang Medis
d.1 Hutang Laboratorium 28.041.300 26.654.500
d.2 Hutang Fisioterapi 6.592.420 1.258.848
d.3 Hutang Hemodialisa 2.992.646
-
Jumlah 1.002.774.937
897.726.689
- -

Rincian saldo Hutang Jasa Medis Dokter adalah sebagai berikut :


VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Laporan Hutang Usaha Laboratorium

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Hutang Rujukan Pemeriksaan Laboratorium per 31 Oktober 2007 adalah sebagai berikut :

No. Keterangan Saldo Awal Mutasi Saldo Akhir
31 Desember 2006 Penambahan Pengurangan 31 Oktober 2007
1 Laboraorium CITA 150.500 87.773.000 78.813.000 9.110.500
2 PT ABC 463.000 27.569.500 22.578.500 5.454.000
3 RS Cipto 2.650.000 17.800.000 11.500.000 8.950.000
4 Prodia Laboratorium 23.391.000 210.000 19.074.200 4.526.800
Jumlah 26.654.500 133.352.500 131.965.700 28.041.300


VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 1.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Contoh Laporan Biaya Yang Masih Harus Dibayar

Berdasarkan contoh Laporan Keuangan Klinik, contoh Laporan Rincian Biaya Yang Masih Harus Dibayar per 31 Oktober 2007 adalah sebagai berikut :

31/12/2006 31/10/2007
Biaya Yang Masih Harus Dibayar
TeleponY.M.H.D 8.504.272 7.121.100
Air 618.560 3.039.600
Listrik 16.315.121 12.922.700
Gaji YMHD 280.943.549 12.922.700
Lembur 12.157.500 -
Jamsostek 139.463.150 65.575.285
Hutang PPh 21 40.068.125 22.033.445
Jumlah 498.070.277 123.614.830
- -

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Matching Cost against Revenue Accounting Principle

Berdasarkan PSAK 01 Paragraf 19 disebutkan “Perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas.“

Atas dasar ini maka sebagai dasar pengakuan pendapatan adalah bahwa “Pendapatan diakui pada saat penyerahan barang atau jasa (untuk lebih jelasnya silahkan lihat di PENGAKUAN PENDAPATAN MENURUT PSAK No.23 ayat 38 (a)&(b) thn 1999) dan bukan pada saat kas dan setara kas diterima.“

Contoh : Kantor Akuntan Publik “Varin & Kawan-kawan” telah menyelesaikan pekerjaan audit kepada PT “X”. Atas penyelesaian pekerjaan ini maka KAP Varin & Friends harus mengakui pendapatan meskipun pembayaran dari PT “X” belum diterima.

Jurnal atas penyelesaian pekerjaan ini adalah :


Dr. Piutang

Kr. Pendapatan

Atas dasar  pengakuan pendapatan secara akrual maka secara otomatis mempengaruhi pula didalam pengakuan Biaya. Biaya untuk memenuhi dasar akrual tersebut maka pengakuan biaya adalah pada saat penerimaan Barang atau Jasa dan bukan pada saat aliran keluar dari kas atau setara.

Contoh :

Selama pemeriksaan KAP “Varin & Friends“ telah mengeluarkan biaya-biaya untuk ATK, Akomodasi dll. Pada saat pengeluaran kas atau setara kas tersebut KAP “Varin & Friends” belum mengakui Biaya.

Pada saat pengeluaran kas :

Dr. Biaya Dibayar Dimuka/Beban Yang Ditangguhkan

Kr. Kas/Bank

Setelah pekkerjaan pemeriksaan selesai, sebagaimana pengakuan pendapatan diatas, maka pengeluaran-pengeluaran tersebut barulah diakui biaya dengan jurnal :

Dr. Biaya-biaya

Kr. Biaya Dibayar Dimuka/Beban Yang Ditangguhkan

Penangguhan atas Biaya-biaya tersebut diatas sampai pekerjaan  pemeriksaan tersebut selesai bertujuan salah satunya adalah agar didalam Penyajian Laporan Pendapatan dengan Biaya dapat dibandingkan (Matching). Perbandingan atas Biaya dengan Pendapatan tersebut diatas dikenal dengan “matching cost against revenue principle” atau Prinsip Akuntansi “matching cost against revenue”.

Atas penjelasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa didalam penyajian Laporan Keuangan diharapkan ketika Pendapatan dan Biaya disajikan dalam satu periode yang sama sehingga informasi atas Laba Perusahaan yang dihasilkan oleh  Laporan Keuangan dapat diandalkan dan tidak menyesatkan.

Semoga artikel ini bermanfaat buat teman gw yang lagi menusun Skripsi dan dengan segala keterbatasannya, saya mohon maaf jika ada kekeliruan dan mohon koreksi, dan jika sulit dimengerti penjelasan tersebut diatas mohon agar dikomentari, sekian terima kasih

  Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Biaya Yang Masih Harus Dibayar atau Acrrued Expenses menurut gw pengertiannya adalah kewajiban yang timbul akibat penerimaan manfaat atas suatu barang atau jasa yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan utama perusahaan. Jika Penerimaan atas barang dan Jasa yang terkait langsung dengan kegiatan utama perusahaan maka harus dikelompokkan kedalam Utang Usaha atau Utang Dagang. Hal ini perlu dipisahkan agar pada saat melakukan analisa laporan keuangan dapat dihasilkan suatu analisis yang tepat dan tidak menyesatkan.

Contoh :

Untuk penggunaan jasa listrik, telepon, air, internet dan lain-lain, perusahaan akan mendapat tagihan dan membayarnya di bulan berikutnya. Contoh : PT. Berjaya Cellular melakukan pembayaran Listrik, telepon dan internet dibulan Januari 2010 sebesar Rp. 2.586.000 merupakan tagihan atas pemakaian listrik, telepon dan internet di bulan Desember 2009. Bagaimanakah pencatatan atas biaya2x tersebut???

PT. Berjaya Cellular harus mengakui penggunaan atas jasa telekomunikasi, listrik dan internet tersebut diatas dibulan Desember 2009 karena berdasarkan prinsip accrual basis yang diperkenankan di PSAK yaitu biaya diakui pada saat barang atau jasa telah diterima dan bukan pada saat pengeluaran kas atas biaya tersebut/ pembayaran.Jika perusahaan belum mengetahui besaran atas biaya tersebut diatas, perusahaan dapat melakukan pembebanan berdasarkan periode sebelumnya. Contoh : Pada Bulan Desember 2009 terjadi pembayaran atas biaya2x tersebut diatas yang merupakan pemakaian PT. Berjaya Cellular di bulan November 2009 sebesar Rp.2.675.000,-.maka jurnal tersebut diatas :

31 Desember 2009 :

Dr. Biaya Abodemen – listrik,telepon dan internet  Rp.2.675.000

Kr. Biaya Yang Masih Harus Dibayar                              Rp.2.675.000

Untuk mengakui peggunaan Biaya listrik,telepon dan internet dengan asumsi/berdasarkan historis biaya bulan lalu.

10 Januari 2010 diterima tagihan atas biaya2x tersebut yaitu sebesar Rp. 2.586.000, maka dicatat :

  1. Accounting dapat melakukan jurnal balik dahulu atas jurnal Bulan Desember 2009 untuk mengeliminasi Biaya Yang Masih Harus Dibayar di bulan Desember 2009, dengan jurnal :

Dr. Biaya Yang Masih Harus Dibayar                              Rp.2.675.000

Kr. Biaya Abodemen – listrik,telepon dan internet        Rp.2.675.000

  1. Accounting lalu mencatat Biaya Yang Masih Harus Dibayar yang sesungguhnya dengan jurnal

Dr. Biaya Abodemen – listrik,telepon dan internet  Rp.2.586.000

Kr. Biaya Yang Masih Harus Dibayar                              Rp.2.586.000

  1. Pada saat pembayaran tanggal 20/01/2010 :

Dr. Biaya yang masih harus dibayar    Rp. 2.586.000

Kr. Kas/Bank                                                Rp. 2.586.000

  1. Pada 31 Januari 2010, dicatat lagi biaya-biaya listrik, telepon dan internet sebesar Rp.2.586.000untuk mengakui penggunaan listrik telepon dan internet dibulan januari 2010 dengan menggunakan asumsi/dasar pencatatan pembayaran untuk bulan desember 2009, jurnalnya :

Dr. Biaya Abodemen – listrik,telepon dan internet  Rp.2.586.000

Kr. Biaya Yang Masih Harus Dibayar                              Rp.2.586.000

Biaya YMHD

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Alur Pencatatan Pembelian Motor Dealer Yamaha

Dibawah ini merupakan alur pembelian yang dilakukan oleh Dealer Resmi Yamaha

Contoh :

Pembelian melalui PT Yamaha

  1. Tanggal 30 Juni PT Yamaha mengirimkan Surat Alokasi kepada PT 7 Berlian sebanyak 18 motor seharga 54 juta rupiah untuk bulan Juli 2009
  2. Atas Alokasi tersebut, PT 7 Berlian membuat Open Giro pada tanggal 6 Juli yang akan dicairkan pada tanggal 10 Juli 2009
  3. Pada tanggal 10 Juli 2009 Open Giro cair dan ditransfer ke rekening Yamaha maka di jurnal :

Dr. Deposit Alokasi (Uang Muka)             Rp. 54.000.000

Kr. Bank X                                                                    Rp.54.000.000

5. PT Yamaha baru mengirimkan motor pada tanggal 12 Juli 2009. Atas penerimaan motor ini maka perusahaan menjurnal

Dr. Persediaan – Motor    Rp. 49.090.909

Dr. PPn Masukan              Rp.      4.909.091

Kr. Deposit Alokasi ( Uang Muka )           Rp. 54.000.

  Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Pencatatan Uang Muka Kegiatan Pada Lembaga Pendidikan (Education Institution)

- Cash Advance in Education Institutions –

Hampir disetiap perusahaan melakukan kegiatan/project dimana antara waktu selesai kegiatannya dengan laporan pertanggungjawaban atas kegiatan tersebut memiliki rentang waktu. Bagaimanakah pencatatan atas transaksi tersebut?

Contoh :

Sebuah Jurusan Analis Kesehatan yang terdapat pada “Jakarta Food Technology Institute”   membutuhkan dana didalam melakukan Kegiatan Belajar Mengajar- nya untuk melaksanakan kegiatan “Praktek Kerja Lapangan” bagi mahasiswanya. Didalam pengajuan Dana disebutkan bahwa kegiatan dilaksanakan selama 1 bulan yaitu dari tanggal 5 nov 2009 sampai dengan 27 Desember 2009 dengan jumlah Biaya Rp.15.000.000, .Atas pengajuan dana tersebut, “Analis Kegiatan” mendapat dana dari yayasan untuk melaksanakan kegiatannya sebesar pengajuan yaitu Rp.15.000.000,-  pada tanggal 30 Okt 2010. Setelah kegiatan tersebut selesai yaitu tanggal 27 Desember 2009, Analis Kesehatan baru memberikan Laporan Pertanggung Jawaban atas kegiatan tersebut pada tanggal 16 Januari 2010. Atas Ilustrasi tersebut maka Jurnal yang dibuat adalah :


Cash Advance Flow

1. Tanggal 30/10/09

Dr. Uang Muka ( Cash Advance ) Rp. 15.000.000

Kr. Kas Rp. 15.000.000

Untuk mencatat pemberian uang/kas untuk kegiatan PKL

2. Tanggal 5/11/09

Tidak dijurnal

3. Tanggal 27/12/09

Dr. Biaya PKL Rp. 15.000.000

Kr. Biaya Yang Masih Harus Dibayar Rp. 15.000.000

Untuk mengakui biaya atas kegiatan yang telah selesai.

4. Tanggal 16/01/10

Dr. Biaya Yang masih Harus Dibayar Rp. 15.000.000

Kr. Uang Muka ( Cash Advance ) Rp.15.000.000

  • Untuk mengeliminasi uang muka dan Biaya yang masih harus dibayar setelah menerima Laporan Pertanggungjawaban. read more
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)