Pencatatan Invoice dengan Tax Inclusive (Harga termasuk pajak)

PT, Akunting Pencinta Islam menerima Invoice (tagihan) dari PT Mesin Laundry Jaya (lihat gambar dibawah ini :

dengan total tagihan Rp. 9.600.00 dengan rincian sebagai berikut :

1. Harga 2 unit AC @ Rp. 5.000.000 = Rp. 10.000.000, harga tersebut sudah termasuk PPn sebesar 10%.

Discount sebesar 5% dari harga jual = Rp. 500.000,- .

2. Atas discount yang diberikan tersebut maka PPn sebesar :

=(10.000.000-500.000) x 10/110

=9.500.000 x 10/110

=863.636

3. Biaya Pengiriman sebesar Rp.100.000

4. Maka Total Tagihan adalah (10.000.000-500.000)+100.000= Rp.9.600.000,-

Jurnal atas penerimaan invoice tersebut diatas adalah:

Dr.Persediaan……………..9.136.363

Dr.PPn Masukan…………. 863.636

Dr.Biaya Pengiriman…….. 100.000

Kr.Discount…………………. 500.000

Kr.Utang Usaha…………..9.600.000

Silahkan dikoreksi jika ada yang kurang tepat didalam penulisan artikel ini. Untuk mendownload Contoh bentuk PO diatas dengan format Excel 2007 silahkan klik pada gambar diatas.

Note : Jika harga barang belum termasuk PPn, Klik box disamping tulisan Tax Inclusive, pada file excel tersebut diatas maka perhitungan akan dilakukan secara otomatis.

 

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

Beberapa Perubahan Istilah Akuntansi

Walaupun telat tulisan ini, tapi lumayan lah untuk informasi. Adapun istilah-istilah akuntansi yang berubah :

1. Kewajiban menjadi Liabiitas

2. Aktiva menjadi Aset

3. Neraca menjadi Laporan Posisi Keuangan (Statement of Financial Position)

4. Laporan Laba Rugi menjadi Laporan Laba Rugi Komprehensif (Statement of Comprehensive Income)

5. Laporan Perubahan Modal menjadi Laporan Perubahan Ekuitas

6. Pihak Istimewa menjadi Pihak berelasi ( Related Parties)

7 Hutang menjadi Utang

8. Untuk Aset Tetap yang tidak digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan (seperti gedung yang disewakan oleh perusahaan retail) maka dipisahkan menjadi Properti Investasi.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bukti transaksi – kwitansi

Sebagai dasar pencatatan didalam akuntansi maka diperlukan bukti-bukti transaksi yang agar setiap pencatatan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan dan juga berfungsi untuk pengklasifikasian transaaksi tersebut (pemberian kode akun).

Disamping itu juga, bukti-bukti transaksi bisa menjadi suatu rujukan jika dikemudian hari terjadi masalah.Bukti transaksi dapat disediakan baik dari perusahaan sendiri atau dari pihak luar. Bukti transaksi yang dibuat oleh perusahaan sendiri disebut bukti internal sedangkan yang disediakn dari pihak luar disebut bukti eksternal.

Contohh kasus :
Ganteng Barber shop mengeluarkan uang Rp. 108.900 untuk sewa ruangan kepada Varin Kaspi sebagai pemilik gedung. Atas pengeluaran ini, Ganteng BS meminta bukti pembayaran berupa kwitansi sebagai bukti bahwa uang telah diterima seperti terlihat dibawah ini.

Bukti kwitansi tersebut diatas dapat digunakan untuk pencatatan akuntansi oleh Ganteng Barber Shop. ( untuk penjelasan silahkan lihat link “Bukti Jurnal” )

Sebaliknya jika Ganteng BS yang menerima uang dari pelanggan, maka Ganteng BS akan mengeluarkan kwitansi serupa yang akan diserahkan kepada pelanggan.

download icon

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Perbedaan Biaya Dibayar Dimuka (Prepaid Expenses) dan Uang Muka Kerja (Cash Advance)

Kalau menurut gw Perbedaan Biaya Dibayar dimuka dengan Uang Muka adalah sebagai berikut :
1. Biaya dibayar dimuka merupakan arus kas keluaratau pengeluaran perusahaan yang telah dapat ditentukan penggunaannya karena telah terpenuhinya bukti-bukti legal/dokumen2 yang sah dan dapat dipertanggung jawabkan dari pihak ketiga seperti kwitansi,invoice dll namun perusahaan belum menerima manfaat baik berupa barang/jasa atas pengeluaran tsb.
Contoh : PT. Bus Pariwisata mengeluaran cek untuk pembayaran Sewa Kantor untuk masa 1 tahun kedepan, atas pembayaran sewa tersebut diterima bukti pembayaran berupa kwitansi. Atas transaksi tersebut maka PT. Bus Pariwisata mengakui pengeluaran tersebut sebagai Biaya Dibayar dimuka dan Bukan beban sewa karena manfaat atas sewa itu belum diterima atau digunakan oleh perusahaan sehingga belum bisa diakui sebagai beban.
Jurnalnya :
Dr. Biaya Dibayar Dimuka Rp. xxxx
Dr. PPn Masukan Rp. xxxx
Kr. Hutang Pajak – PPh psl 4 Rp. xxxx
Kr. Bank Rpxxxx
2. Sedangkan Uang Muka Kerja (Cash Advance) merupakan arus kas keluar atau pengeluaran perusahaan yang terjadi namun belum dapat ditentukan penggunaannya karena belum terpenuhinya bukti-bukti legal/dokumen yang sah dari pihak ketiga sebagai pendukung transaksi.
Contoh : Pada tanggal 1 Juni 2012 Amir seorang karyawan PT. Galaxy Max Consultant ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan seminar yang akan diadakan pada tanggal 1 Juli 2012. Atas penugasan tersebut Amir menerima uang muka kerja untuk melaksanakan kegiatan seminar tersebut, maka atas penerimaan uang tersebut perusahaan mencatat :
Jurnalnya :
Dr. Uang Muka (Cash Advance) Rp. xxxx
Kr. Kas Rp. xxxx
* Untuk mencatat penyerahan kas

Pada tanggal 5 Juli 2012 Amir mempertanggung jawabkan uang muka kerja tersebut dengan membuat laporan hasil kegiatan yang dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran seperti kwitansi sewa peralatan dan gedung, pembelian konsumsi dan lain-lain. Atas pertanggung jawaban tersebut, perusahaan akan mencatat

Dr. Biaya-biaya (sewa, konsumsi dll) Rp. xxxx
Kr. Uang Muka Kerja (Cash Advance) Rpxxxx
* Untuk mengakui biaya-biaya atas pengeluaran kas.

Bagaiman teman-teman, ada ide lain tentang biaya dibayar dimuka???

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

Siklus akuntansi

Siklus akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu tahapan kegiatan didalam penyediaan laporan keuangan organisasi pada suatu periode akuntansi tertentu.

Tahapan dari siklus akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Transaksi : Kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan sehingga harus dicatat

2. Pencatatan : Sudah jelas

3.Penggolongan : Merupakan tahap dimana pencatatan atas transaksii yang ada dalam satu periode digolongkan berdasarkan jenis –jenisnya menjadi urut supaya mudah dalam penyajian datanya, dan hal itu biasa disebut dengan pencatatan buku besar.

4. Tahap Pengikhtisaran : merupakan tahap perhitungan saldo dari masing-masing pekiraan yang terdapat pada buku besar perusahaan. Pada tahapan ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu :

a. Pembuatan neraca saldo (trial ballance)

b. Pembuatan Neraca Lajur dan Jurnal Penyesuaian

c. Penyusuna Laporan Keuangan

d. Pembuatan Jurnal Penutup

e. Membuat Neraca Saldo Penutup

f. Pembuatan Jurnal Balik

 

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 6.2/10 (6 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)

Perkiraan (Account/Akun)

Instrumen/Alat yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis kedalam satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mencatat penambahan serta pengurangan yang terjadi dalam kelompok tersebut.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Debit (Debet)

Sisi sebelah kiri perkiraan. Didebit berarti pada sisi sebelah kiri, perkiraan yang bersangkutandicatat dengan jumlah tertentu

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Saldo Normal

Saldo normal adalah saldo perkiraan ketika bernilai positif. Contoh :

saldo normal dari Piutang adalah positif atau bertambah ketika perkiraan tersebut pada posisi “Debet” yaitu pada saat terjadinya penjualan barang atau Jasa. Misalkan PT. Peralatan Rumah Tangga menjual barangnya pada tanggal 5 Desember 2011 sebesar Rp. 7.000.000,- maka Jurnalnya adalah :

Dr. Piutang Rp. 7.000.000

Kr. Penjualan Rp. 7.000.000,
Sedangkan saldo Normal kelompok “Hutang” seperti Utang gaji, Utang Bank, utang pembelian dll bersaldo normal “Kredit” karena penambahan Utang adalah pada saat posisi Utang tersebut disisi “Kredit”. Contoh : PT. Peralatan Rumah Tangga tersebut diatas pada tanggal 19 Agustus 2011 mendapat pinjaman dari Bank Central Africa sebesar Rp. 90.000.000,- maka jurnal tersebut diatas adalah :

Dr. Bank Rp. 90.000.000

Kr. Utang Bank Rp.90.000,-

artinya adalah bertambahnya Bank dan Utang Bank sebesar Rp. 90.000.000 yang berarti saldo normal “Bank” adalah Debet dan saldo normal Utang Bank adalah Kredit. Tabel dibawah berikut adalah tabel saldo normal dari masing-masing Jenis Perkiraan/Account

Aset/Aktiva Debit Kredit Saldo Normal
Liabilitas/Kewajiban Kredit Debit Kredit
Modal Kredit Debit Kredit
Penjualan/Pendapatan Kredit Debit Kredit
Biaya Debit Kredit Debit

Setiap transaksi Haruslah minimal ada 2 perkiraan yang akan dipengaruhi, dan salah satu perkiraan harus ada yang diposisi Debit dan perkiraan yang lain harus disisi kredit sebagai penyeimbang.

Untuk contoh-contoh pencatatan silahkan lihat diartikel-artikel lainnya.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Also available in : English

Perkiraan dan Buku Besar

PERKIRAAN

Perkiraan didefinisikan secara umum adalah suatu saran untuk mencatat transaksi atau peristiwa (yang sejenis). Misalkan disetiap perusahaan setiap bulannya terdapat beberapa transaksi berupa belanja kertas, tinta, pulpen untuk kebutuhan administrasi, maka untuk mempermudah didalam pelaporan jumlah rupiah dari pembelanjaan barang-barang kebutuhan administrasi tersebut maka dibuatlah perkiraan “Biaya Alat Tulis dan Kantor”.
contoh ilustrasi :
Pada bulan Februari UD UNIQUE ACCESSORIES melakukan beberapa pembelian kebutuhan administrasi kantor seperti dibawah ini :
Tanggal 3/2/2011 membeli secara tunai dengan no kwitansi KWT0211/SJ/007:
- kertas A4 sebanyak 5 rim @ rp 10.000
- Ballpoint Pilot sebanyak 1 lusin sebesar rp. 36.000
- Tinta printer Canon Hitam dan warna sebesar Rp 240.000

Tanggal 17/2/2011 membeli secara kredit (ngutang) dengan no faktur 0211/SJ/0012 :
- Kertas F4 Bola dunia 10 rim @ Rp. 15000
- Amplop Surat coklat 100 lembar @ Rp. 1000

Maka untuk mencatat transaksi tersebut kita membutuhkan sarana untuk mengelompokkan pembelian tersebut yaitu “Biaya Alat Tulis Kantor” sehingga kita bisa mencatatnya.
Tanggal 3/2/11
Dr. Biaya Alat Tulis Kantor Rp. 326.000,
Kr. Kas Besar Rp. 326.000,-

Total pembelian kebutuhan administrasi Rp. (50.000 + 36.000 + 240.000) = Rp.326.000)

Tanggal 17/2/11

Dr. Biaya Alat Tulis Kantor Rp. 250.000,
Kr. Utang Usaha - Pihak ketiga Rp.250.000

Gambar ilustrasi pencatatan :

Pengklasifikasian Perkiraan secara mendasar menurut sifatnya dibagi menjadi : Aset, Kewajiban (Liabilities), Modal(Ekuitas), Pendapatan dan Biaya.

BUKU BESAR

Buku besar adalah kumpulan dari perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan dan yang merupakan satu kesatuan tersendiri. Banyaknya perkiraan atau akun yang digunakan didalam pencatatan dipengaruhi oleh sifat kegiatan, volume kegiatan dan informasi yang diperlukan.

Perkiraan-perkiraan yang ada diberi nomor yang tidak sama satu dengan yang lain (unique). Tujuan utama Kode ini untuk mengidentifikasi jika ada nama yang sama sehingga jumlah dari nama akun yang sama tidak tercampur. Contoh :

Didalam kelompok Utang terdapat “Utang Gaji”, namun untuk mempersingkat, perusahaan membuat nama akun hanya “Gaji” tanpa Utang dibawah kelompok Utang seperti dibawah ini :

Utang :

- Pihak ketiga

- Gaji

- lain-lain

contoh diatas dapat dilihat didalam kelompok utang, perusahaan cukup memberi nama “pihak ketiga” untuk Utang pihak ketiga, “Gaji” untuk Utang Gaji dan “Lain-lain” untuk Utang lain-lain.

Lihat juga contoh kelompok Biaya :

Biaya Administrasi dan Umum:

- Gaji

- Alat Tulis Kantor

- dan lain-lain

dari contoh kelompok :Biaya Administrasi dan Umum” diatas Biaya Gaji cukup ditulis dengan “Gaji”, dan “Biaya Alat Tulis Kantor” dinamakan Alat Tulis Kantor. Nah untuk memisahkan jenis Akun tersebut diatas atas akun gaji antara “Utang” dengan “Biaya Administrasi dan Umum” maka diperlukan pengkodean.

setelah pemberian kode, maka masing-masing perkiraan memilik catatan transaksinya sendiri sendiri, dan kumpulan dari masing-masing perkiraan tersebut dinamakan “Buku Besar”.

Ilustrasi Buku Besar dari masing-masing perkiraan adalah sebagai berikut :

BUKU BESAR BIAYA ALAT TULIS KANTOR

BUKU BESAR BANK BCA

BUKU BESAR KAS BESAR

untuk Download sampel Excel Template silahkan klik :

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 6.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bidang dan Pekerjaan Akuntansi.

I. Akuntan secara garis besar dapat digolongkan menjadi :

1. Akuntan Publik (Public Accountant)

2. Akuntan Manajemen

3. Akuntan Pemerintah, dan

4. Akuntan Pendidik

1. Akuntan Publik.

Akuntan Publik atau biasa disebut Akuntan Eksternal adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Perusahaan yang menaungi mereka bisa disebut Kantor Akuntan Publik. Untuk dapat mendirikan Kantor Akuntan Publik (KAP) harus mendapat izin dari Departemen Keuangan. Jasa-jasa yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik antara lain :

a. Jasa Pemeriksaan (Audit)

b. Jasa Perpajakan (Tax Services)

c. Jasa Konsultasi Manajemen ( Management Advisory Services) dan

d. Jasa Akuntansi.

2. Akuntan Manajemen adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan. Jabatan yang diduduki antara lain Staff, Kepala Bagian Akuntansi, Manager Akuntansi, Controller atau Direktur Keuangan. Tugas-tugas dari akuntan manajemen antara lain :

1. Penyusunan Sistem Akuntansi

2. Penyusunan Laporan Akuntansi kepada pihak internal (manajemen) maupun pihak eksternal ( Bank, pemerintah dan lain-lain)

3. Penyusunan Anggaran

4. Perpajakan (perhitungan dan Pelaporan)

5. Pemeriksaan Intern.

3. Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada Badan-badan pemerintah seperti di departemen-departemen (sekarang disebut Kementrian), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Direktorat Jendral Pajak dan lain-lain.

II. Bidang Akuntansi

Bidang-bidang khusus Akuntansi antara lain :

1. Akuntansi Keuangan.

Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Bidang ini berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak-pihak diluar perusahaan. Dikarenakan laporan keuangan ini tidak lepas dari kepentingan dari pihak-pihak diluar perusahaan, maka didalam penyusunannya harus berdasarkan aturan-aturan yang telah disetujui bersama sehingga berlaku umum. Aturan-aturan tersebut disebut “Prinsip-prinsip akuntansi”

2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Bidang ini berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Tujuan dari bidang ini adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya, memastikan ketaatan terhadap kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi efektivitas suatu kegiatan. Konsep yang mendasari bidang ini adalah Obyektifitas, Independensi dari si Pemeriksa, kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup dan relevan.

3. Akuntansi Manajemen

Bidang ini bertujuan untuk mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas perusahaan dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan.

4. Akuntansi Biaya

Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya. Bidang ini terutama berhubungan dengan biaya produksi barang. Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisa data mengenai biaya baik yang telah maupun yang akan terjadi. Informasi yag dihasilkan berguna sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan dan bermanfaat bagi pembuatan rencana dimasa akan datang.

5. Akuntansi Perpajakan

Prean penting bidang ini adalah Perencanaan Perpajakan (Tax Palnning) perusahaan, pelaksanaan administrasi perpajakan (misalnya pembuatan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)) atau mewakili perusahaan dihadapan kantor pajak. Tugas penting bidang ini adalah dalam perencanaan pajak diantaranya adalah memberi nasehat tentang bagaimana meminimalisir pengaruh pajak apabila secara hukum memungkinkan. Nasehat-nasehat tersebut adalah antara lain pemilihan bentuk badan usaha, metode akuntansi yang digunakan dan cara menangani suatu transaksi.

6. Sistem Informasi (Information System)

Bidang ini berfokus didalam perancangan proses penyediaan informasi yang efisien dan efektif sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan pada waktu yang tepat atau ditargetkan dengan tingkat akurasi yang wajar. Tugas akuntan bidang ini meliputi perancangan, pelaksanaan dan evaluasi suatu sistem dalam perusahaan.

7. Penganggaran (Budgeting)

Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dimasa akan datang serta analisa dan pengontrolannya. Anggaran berisi rencana kegiatan-kegiatan perusahaan yang akan dilaksanakan serta menilai uang yang terlibat didalamnya. Apabila rencana ini dibandingkan dengan realisasinya, maka ia dapat menjadi alat kontrol didalam perusahaan

8. Akuntansi Pemerintahan

Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi yang terjadi di Badan Pemerintah. Bidang ini menyediakan laoran akuntansi tentang aspekkepengurusan dari administrasi keuangan negara dan juga mencakupi pengendalian atas pengeluaran melalui anggaran negara.

sumber : akuntansi suatu pengantar

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

Pengantar Akuntansi

PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi adalah :

Kegiatan/Proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi yang digunakan didalam penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Tujuan Utama Akuntansi :

Menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi (badan usaha) kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

PENGGUNA/PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI.

Pemakai Informasi Akuntansi antara laian :

1. Pemilik dan Calon Pemilik.

a. Bagi pemilik, informasi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah usahanya akan dipertahankan kepemilikannya, atau dihentikan kepemilikannya dengan cara dibubarkan atau dijual dan ditanamkan modalnya ketempat lain.

b. Bagi calon pemilik, informasi yang dihasilkan akan digunakan didalam pengambilan keputusan atas ditanam atau tidaknya modal yang dimilikinya.

2. Pihak Kreditur dan Calon Kreditur.

a. Bagi pihak kreditur informasi yang diberikan digunakan untuk mengetahui :

- Perkembangan perusahaan yang menerima pinjaman sehingga diketahui kemampuan perusahaan didalam mengembalikan pinjaman. Dengan diketahuinya kemampuan perusahaan didalam mengembalikan pinjaman maka dapat diputuskan layak tidaknya perusahaan tersebut untuk diberikan penawaran tambahan pinjaman atau menarik pinjaman yang telah diberikan.

-. dan apakah pinjaman tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya. Misalkan, jika perusahaan melakukan perjanjian dengan pihak kreditur atas pengajuan pinjaman untuk pembangunan gedung. Maka atas pinjaman tersebut berdasarkan informasi akuntansi dapat diketahui kemana aliran dana pinjaman tersebut digunakan.

3. Badan-Badan Pemerintah

paling berkepentingan adalah Kantor Pajak untuk memeriksa kebenaran jumlah pajak yang disetor dan dilaporkan kenegara.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)