Format Laporan MS Office (Excell, Words dll) Freedownload – Report Form (Excell, Words dll) Freedownload

Excell Format

1.Rekonsiliasi Bank / bank reconciliation excell format : Format bentuk rekonsiliasi bank dengan menggunakan format excell

2. Kwitansi

Biologi / Biology

1. Kumpulan soal-soal biologi sel interaktif 30 soal. Merupakan kumpulan soal biologi secara interaktif yang dapat menilai dari setiap jawaban yang benar

2. Kumpulan soal-soal hematologi interaktif 20 soal / Hematology exercise 20 question interactive


VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

MYOB – Modul Purchase and Inventory Flow


AP Flow

Quote : Digunakan untuk mencatat         penawaran Qty dan harga dari supplier atas pengadaan kebutuhan perusahaan berdasarkan pengajuan barang/jasa yang telah disetujui.

           Purchase Order : Setelah proses pengajuan barang sudah dilakukan dengan menggunakan sub modul Quote maka langkah selanjutnya ada membuat Purchase Order untuk melakukan pembelian dengan menggunakan Modul Purchase> Purchase Register > Quote > Change to order.

Receive item : Setelah membuat Purchase Order langkah selanjutnya adalah menerima barang atas barang yang sudah dipesan dari supplier dengan menggunakan Modul Inventory>Receive Item (khusus new version). Untuk versi lama (Premier 7,5), penerimaan barang dilakukan melalui “change to bill”. Versi yang baru ditambahkan modul Receive Item ini untuk menerima barang dari supplier yang belum dilampirkan invoice (tagihan). Terkadang pembelian barang dari supplier dengan cara kredit dan ketika barang tersebut dikirim oleh supplier, biasanya supplier hanya menyertakan dokumen “Surat Jalan”. Invoice / Tagihan baru dikirim beberapa hari kemudian yang biasanya disebut “Tukar Faktur”.

Change to bill : untuk mencatat tagihan(invoice dari supplier) atas barang yg telah diterima. (for new version)

Pay Bill : Modul untuk melakukan pembayaran atas tagihan (invoce) yang telah diterima..

Download gambar diatas Klik disini

Flow MYOB Account Payable Process

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

This is my blog

http://www.mybloglog.com/buzz/community/2009090520275456/

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

MYOB – Modul

Secara umum kunci dari seluruh software aplikasi akuntansi terintegrasi mencakup :

1. Pembelian / Purchase : Untuk melakukan kegiatan pembelian atau memperoleh barang dan jasa untuk menjalanakan kegiatan utama perusahaan, yang kemudian disebut Account Payable untuk pembelian secara kredit.

2. Penjualan / Sales : Untuk mencatat kegiatan perusahaan atas Pengakuan pendapatan yang kemudian menimbulkan piutang untuk penjualan secara kredit

3. Cash and Bank : Untuk mencatat aliran kas dan Bank selain penerimaan pembayaran Piutang dan pengeluaran pembayaran hutang perusahaan.

4. Inventory / Persediaan : untuk mencatat persediaan barang perusahaan baik yang akan dijual kembali, barang dalam proses dan bahan baku untuk diolah menjadi barang siap dijual maupun persediaan barang untuk digunakan sendiri atau tidak untuk dijual

5. Card file : Yang berfungsi sebagai buku pembantu hutang/piutang yang berisi daftar nama dan saldo atas hutang/piutang dari customer, vendor dan karyawan.

6. General Entry : atau disebut juga jurnal umum untuk mencatat transaksi selain Purchase, sales dan Cash and bank, seperti Penyusutan, Amortisasi dan jurnal penyesuaian lainnya, yang di dalam MYOB terdapat pada modul Account.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Membuat Profit and Loss berdasarkan PerDepartemen dan Perproject Pada Lembaga Pendidikan/Sekolah dengan menggunakan MYOB Accounting

MYOB
Category : Category pada MYOB dapat digunakan sebagai master dari Departemen sehingga didalam penyusunan Laporan keuangan dapat menampilkan Laporan Keuangan Per Departemen
Jobs : Tools ini dapat berfungsi sebagai master project.
Chart of Account : untuk membuat Kode Akun.
Lihat schema dibawah ini :

Tabel Master

Keterkaitan Akun, Category & Jobs

Contoh :
Universitas MH Thamrin memiliki :
3 Sekolah tinggi
1. Sekolah Tinggi yaitu STMIK,
2. STIE dan
3. STIKes yang
Dan memiliki kegiatan belajar mengajarnya antara lain :
1. Perkuliahan ,
2. Ujian Akhir Semeter dan
3. PKL,
4. maka jika ingin membuat laporan keuangan dengan MYOB sbb:
Maka jika digambarkan skema laba rugi yang dihasilkan sbb
Category 1= STMIK ; Category 2=STIE ; Category 3= STIKes
Jobs1 = Perkuliahan ; Jobs 2= Ujian Akhir Semester ; Jobs3= PKL
Maka skema laporan laba rugi sbb:

Studi kasus :
Tahun 2009 :
STMIK menerima uang kuliah Rp 150.000.000; Biaya (Honor Dosen,Foto Copy,dll)=90.000.000
STIE menerima uang kuliah Rp 250.000.000; Biaya (Honor Dosen,Foto Copy,dll)=180.000.000
STIKES menerima uang kuliah Rp 75.000.000; Biaya (Honor Dosen,Foto Copy,dll)=55.000.000
Tahun 2009:
STMIK menerima uang Ujian Akhir Semester (UAS) Rp 65.000.000; Biaya (Honor Pengawas Ujian , Foto Copy soal,sanck dll) = 45.000.000
STIE menerima uang Ujian Akhir Semester (UAS) Rp 80.000.000; Biaya (Honor Pengawas Ujian , Foto Copy soal,sanck dll) = 60.000.000
STIKES menerima uang Ujian Akhir Semester (UAS) Rp 40.000.000 Biaya (Honor Pengawas Ujian , Foto Copy soal,sanck dll) = 30.000.000

Tahun 2009:
STMIK menerima PKL Rp 125.000.000; Biaya (Honor Pembimbing, Izin lahan PKL, Foto Copy dll) = 100.000.000
STIE menerima uang PKL Rp 175.000.000; Biaya (Honor Pembimbing, Izin lahan PKL, Foto Copy dll) = 155.000.000
STIKES menerima uang PKL Rp 90.000.000; Biaya (Honor Pembimbing, Izin lahan PKL, Foto Copy dll) = 70.000.000
Maka Profit & Loss jika menggunakan fasilitas category dan jobs menghasilkan P&L per category dan per Jobs spt dibawah ini :

Copyright protected by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Pengakuan dan Pencatatan Kerugian Piutang dengan Metode Cadangan (Allowance Methode)

PIUTANG

Piutang yang timbul karena kegiatan utama perusahaan biasa disebut Piutang Usaha untuk Perusahaan Jasa atau Piutang Dagang untuk Perusahaan Jasa. Piutang timbul bersamaan pada saat Penjualan atau Pendapatan diakui. Penyisihan Piutang Tak tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih merupakan estimasi dari Piutang yang tidak tertagih. Untuk menaksir nilai Piutang tak tertagih dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara :

1. BERDASARKAN SALDO PIUTANG, yaitu dengan cara menetapkan suatu presentase terhadap saldo Piutang. Saldo Piutang yang digunakan adalah rata – rata antara saldo Piutang awal dengan saldo Piutang Akhir.

Contoh:

Saldo Piutang tanggal 1 Januari 2007 adalah Rp. 8.750.000,-

dan saldo pada 31 Desember 2007 adalah Rp. 12.250.000,-

dan saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih awal tahun adalah Rp 145.000.

Berdasarkan historis dan melalui suatu perhitungan yang ditetapkan oleh pihak Manajemen Perusahaan tarif Penyisihan Piutang Tak tertagih adalah 3%, maka saldo Penyisihan Piutang Tak tertagih yang digunakan di Neraca pada tanggal 31 Desember 2007 adalah :

Saldo Rata-rata = (Rp 8.750.000 + Rp 12.250.000) : 2 = Rp.10.500.000

Saldo Penyisihan Piutang tak tertagih tanggal 31 Desember 2007 = Rp 10.500.000 x 3% = Rp 315.000 Saldo Penyisihan Piutang TT pada tanggal 1 Januari 2007 = Rp 145.000, maka agar Penyisihan Piutang TT pada tanggal 31 Des 2007 sebesar Rp 315.000 dibuat penyesuaian sbb

: Dr. Biaya Piutang Tak Tertagih Rp 170.000

Kr. Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp. 170.000

* Rp 315.000 – Rp 145.000 = Rp 170.000

2. PERHITUNGAN BERDASARKAN PRESESENTASE (%) UMUR PIUTANG

Misalkan %tase Tarif yang diberlakukan oleh pihak manajemen untuk Piutang Tak Tertagih untuk masing2 umur Piutang

; Maka jurnal penyesuaian yang dilakukan sama seperti diatas hanya nilainya saja yang berbeda Dr. Biaya Piutang Tak Tertagih Rp 335.200 Kr. Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp. 335.200 * Rp 480.200 – Rp 145.000 = Rp 335.200 <

;Penghapusan Piutang Jika sudah dapat dipastikan bahwa piutang tidak dapat tertagih, misalkan perusahaan tersebut pailit, maka penyisihan piutang tak tertagih tersebut dapat dihapuskan. Contoh dari tabel umur piutang tersebut diatas PT. SUMMIT OTO FINANCE CIKARANG dinyatakna bangkrut, maka Penyisihan tersebut dapat dihapuskan dengan perhitungan seperti dibawah ini:

Tabel umur Piutang PT. SUMMIT OTO FINANCE CIKARANG

Maka jurnal untuk menghapuskan Penyisihan Piutang Tak Tertagih sbb:

Dr. Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp 27.500

Kr. Piutang Rp 27.500

Dan saldo atas piutang PT. SUMMIT OTO FINANCE CIKARANG =Rp 1.050.000 – Rp 27.500 = Rp 1.022.500

Jika perusahaan tersebut melunasi piutangnya dapat dijurnal :

  1. Dr. Kas dan setara kas Rp 1.022.500

Kr Piutang Rp 1.022.500

  1. Dr Kas dan setara kas Rp. 27.500

Kr Penyisihan piutang tak tertagih Rp 27.500

Jika perusahaan tersebut tidak dapat melunasi piutangnya dapat dijurnal :

Dr. Biaya Penghapusan Piutang Rp 1.022.500

Kr Piutang Rp 1.022.500

Daftar buku akuntansi

1. ADVANCE ACCOUNTING

Written by : ALLAN R. DREBIN

2. ADVANCE ACCOUNTING

Written by: ALLAN R. DREBIN

3. Cost Accounting I

Written by: CHARLES T. HONGREN

4. Cost Accounting I

Written by : MATZ

Daftar buku akuntansi

1. ADVANCE ACCOUNTING

Written by : ALLAN R. DREBIN

2. ADVANCE ACCOUNTING

Written by: ALLAN R. DREBIN

3. Cost Accounting I

Written by: CHARLES T. HONGREN

4. Cost Accounting I

Written by : MATZ

 

 

Copyright secured by Digiprove © 2010 Varin Kaspi

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

PENGENDALIAN KAS KECIL – MANAJEMEN KAS

Bagi perusahaan dengan skala menengah keatas didalam perlu diatur didalm melakukan pencatatan atas penerimaan dan pengeluaran kas yang biasa disebut dengan Manajemen dan Pengendalian Kas. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyelewengan kas. Dalam pengendalian kas maka perlu adanya pemisahan fungsi penerimaan dan pembayaran yang antara lain :

1. 1. Penetapan tanggung jawab secara khusu untuk menangani penerimaan kas.

2. 2. Pemisahan penanganan dan pencatatan kas.

3. 3. Penyetoran seluruh kas yang diterima setiap hari yang biasanya ke Rekening Koran.

4. Sistem voucher untuk mengendalikan pembayaran

5. 4. Audit internal pada selang waktu yang tak terduga.

Pengendalian atas pengeluaran Kas Kecil.

Pengendalian kas kecil dapat dilakukan dengan sistem voucher ( Bukti Pengeluaran sementara ). Pemohon dana ( user ) mengajukan dana ke bagian keuangan yang kemudian dianalisa atas pengajuan dana tersebut. Setelah dianalisa maka jika ditolak maka surat pengajuan dikembalikan kepada pemohon dengan memberi note/catatan atas penolakan dan jika disetujui bagian keuangan menandatangani dan kemudian surat pengajuan dana dikirim ke bagian Kasir/Bendahara untuk agar mengeluarkan dana sebesar yang disetujui dengan mengeluarkan Bon sementara. Hal ini agar kontrol atas pertanggungjawaban dana dapat dikontrol keberadaannya. Setelah pengguna dana mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut dengan melampirkan bukti-bukti pengeluaran lalu Pertanggungjawaban tersebut diperiksa oleh bendahara atas kelengkapan pertanggungjawaban yang kemudian oleh bendahara diserahkan ke bagian Accounting untuk dicatat ke masing-masing pos pengeluaran (Jurnal). Untuk dapat lebih memahaminya perhatikan ilustrasi dibawah ini.


Ditiap perusahaan bisa jadi berbeda-beda didalam menjalankan kebijakannya, namun yang pasti adalah suatu pengendalian internal untuk menghindari penyelewengan perlu adanya suatu rangkaian pekerjaan agar adanya saling kontrol tidak hanya atasan dengan bawahan melainkan juga antar unit terkait.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Akuntansi Manajemen (Quiz 2)

Akuntansi Manajemen - Quiz 2

Yuk iseng-iseng bikin pintar

Leaderboard: Akuntansi Manajemen - Quiz 2

maksimum dari 20 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Akuntansi Aset Tetap-Penghentian dan Pengungkapan

PENGHENTIAN

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat:

  • dilepaskan; atau
  • tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
  • Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali PSAK 30 mengharuskan perlakuan yang berbeda dalam hal transaksi jual dan sewabalik).
  • Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan.

Jika suatu entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian sebagian aset tetap dalam jumlah tercatat aset tetap tersebut, maka selanjutnya entitas tersebut juga menghentikan pengakuan jumlah tercatat dari bagian yang digantikan tanpa memperhatikan apakah bagian yang digantikan telah disusutkan secara terpisah.

  • Jika tidak praktis untuk menentukan jumlah tercatat dari bagian yang digantikan, entitas dapat menggunakan biaya perolehan dari penggantian tersebut sebagai indikasi biaya perolehan dari bagian yang digantikan pada saat diperoleh atau dikonstruksi.
  • Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan jumlah tercatat dari aset tersebut.

Piutang atas pelepasan aset tetap diakui pada saat awal sebesar nilai wajarnya. Jika pembayaran ditangguhkan, maka perhitungan yang akan diterima diakui pada saat awal sebesar nilai tunainya. Perbedaan antara jumlah nominal piutang dan nilai tunainya diakui sebagai pendapatan bunga sesuai dengan PSAK23 yang mencerminkan imbalan efektif atas piutang

PENGUNGKAPAN

Pengungkapan untuk setiap kelompok aset tetap:

  • dasar pengukuran yang digunakan dalam menentukan jumlah tercatat bruto;
  • metode penyusutan yang digunakan;
  • umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
  • jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (dijumlahkan dengan akumulasi rugi penurunan nilai) pada awal dan akhir periode; dan
  • rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
    • penambahan;
    • aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual atau termasuk dalum kelompok yang akan dilepaskan yang diklasjfikasikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai dengan paragraph 45 atau pelepasan lainnya;
    • akuisisi melalui penggabungan usaha;
  • peningkatan atau penurunan akibat dari revaluasi sesuai par 31, 39, dan 40 serta dari rugi penurunan nilai yang diakui atau dijurnal balik secara langsung pada ekuitas sesuai PSAK 48;
  • rugi penurunan nilai yang diakui dalam laporan laba rugi sesuai PSAK 48;
  • penyusutan;
  • selisih nilai tukar neto yang timbul dalam penjabaran laporan keuangan dari mata uang fungsional menjadi mata uang pelaporan yang berbeda, termasuk penjabaran dari kegiatan usaha luar negeri menjadi mata uang pelaporan dari entitas pelapor; dan
  • perubahan lain.

Laporan keuangan juga diharuskan mengungkapkan:

  • keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik, dan aset tetap yang dijaminkan untuk utang;
  • jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap yang sedang dalam pembangunan;
  • jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan aset tetap; dan
  • jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang atau dihentikan yang dimasukkan dalam laporan laba rugi, jika tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi
  • Jika aset tetap disajikan pada jumlah revaluasian, hal berikut harus diungkapkan:
    • tanggal efektif revaluasi;
    • apakah penilai independen dilibatkan;
    • metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar aset; penjelasan mengenai nilai wajar aset yang ditentukan secara langsung berdasar harga yang dapat diobservasi (observable prices) dalam suatu pasar aktif atau transaksi pasar terakhir yang wajar atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lainnya;
    • untuk setiap kelompok aset tetap, jumlah tercatat aset seandainya aset tersebut dicatat dengan model biaya; dan
    • Surplus revaluasi, yang menunjukan perubahan selama periodedan pembatas-pembatasan distribusi kepada pemegang STOM.

     

Informasi berikut relevan dengan kebutuhan pengguna laporan keuangan:

  • jumlah tercatat aset tetap yang tidak dipakai sementara;
  • jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan;
  • jumlah tercatat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual; dan
  • jika model biaya digunakan, nilai wajar aset tetap apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat.
    Oleh karena itu, entitas dianjurkan mengungkapkan jumlah-jumlah tersebut.

KETENTUAN TRANSISI
Entitas yang sebelum penerapan Pernyataan ini pernah melakukan revaluasi aset tetap dan masih memiliki saldo selisih nilai revaluasi aset tetap, maka pada saat penerapan pertama kali Pernyataan ini harus mereklasifikasi seluruh saldo selisih nilai revaluasi aset tetap tersebut ke saldo laba. Hal tersebut harus diungkapkan.

BUNGA PINJAMAN
PSAK 26 – 1997

  • Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan, konstruksi atau produksi suatu Aktiva Tertentu harus dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan Aktiva Tertentu tersebut.
  • Apabila pinjaman hanya digunakan untuk memperoleh suatu Aktiva Tertentu, maka jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi adalah seluruh biaya pinjaman yang timbul selama peminjaman dana tersebut dikurangi dengan pendapatan bunga yang diperoleh dari investasi sementara atas dana hasil pinjaman yang belum digunakan.
  • Kapitalisasi biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aktiva dimulai apabila:
    • Pengeluaran untuk aktiva tersebut telah mulai dilakukan.
    • Biaya pinjaman sedang terjadi.
    • Aktivitas yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pembangunan atau memproduksi Aktiva Tertentu sedang berlangsung.

     

  • Kapitalisasi biaya pinjaman harus dihentikan apabila dalam suatu periode yang cukup lama perusahaan menangguhkan atau menunda aktivitas perolehan, pembangunan ataupun produksi.
  • Kapitalisasi biaya pinjaman harus dihentikan apabila dalam suatu periode yang cukup lama perusahaan menangguhkan atau menunda aktivitas perolehan, pembangunan ataupun produksi.
  • Kapitalisasi biaya pinjaman harus diakhiri apabila aktivitas untuk memperoleh, membangun atau memproduksi Aktiva Tertentu sesuai degan tujuannya secara substansial telah selesai.
  • Apabila pembangunan atau konstruksi suatu aktiva dapat diselesaikan perbagian dimana bagian yang telah selesai dapat segera digunakan sementara bagian lainnya masih dalam penyelesaian, maka jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi adalah untuk bagian yang belum selesai saja.
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Akuntansi Aset Tetap-Perlakuan Setelah Pengakuan Awal ( PSAK 16 – 2007 )

Suatu entitas harus memilih salah satu kebijakan akuntansi berikut:
• model biaya (cost model) atau
• model revaluasi (revaluation model)
• Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

Model Biaya

Setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.

Model Revaluasi

  1. Setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
  2. Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal neraca.

Nilai wajar

  • Pabrik, peralatan, tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional berdasarkan bukti pasar.
  • Jika tidak ada nilai pasar, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan.

Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar aset tetap yang direvaluasi

  • Jika fluktuatif, revaluasi dilakukan tahunan.
  • Jika tidak fluktuatif sehingga perbedaan tidak signifikan maka dapat dilakukan tiga atau lima tahunan.

Apabila suatu aset tetap direvaluasi, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan salah satu cara berikut ini:

  • disajikan kembali secara proporsional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto dan aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan jumlah revaluasian. Metode ini sering digunakan apabila aset direvaluasi dengan cara memberi indeks untuk menentukan biaya pengganti yang telah disusutkan.
  • dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto dan aset dan jumlah tercatat neto setelah dieliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Metode ini sering digunakan untuk bangunan.

Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi (secara bersamaan).

  • Hal ini untuk menghindari revaluasi aset secara selektif dan bercampurnya biaya perolehan dan nilai lainnya pada saat yang berbeda-beda.
  • Namun, suatu kelompok aset dapat direvaluasi secara bergantian (rolling basis) sepanjang revaluasi dari kelompok aset tersebut dapat diselesaikan secara lengkap dalam waktu yang singkat dan sepanjang revaluasi dimutakhirkan.

Suatu kelompok aset tetap adalah pengelompokkan aset yang memiliki sifat dan kegunaan yang serupa dalam operasi normal entitas. Berikut contoh dari kelompok aset yang terpisah:

  • tanah
  • tanah dan bangunan
  • mesin
  • kapal
  • pesawat udara
  • kendaraan bermotor
  • perabotan; dan
  • peralatan kantor

Kenaikan hasil revaluasi diakui sebagai:
• keuntungan di laporan laba rugi, maksimal sebesar kerugian penurunan nilai yang sebelumnya pernah diakui di laporan laba rugi, jika ada.
• Kemudian nilai sisanya setelah porsi yang diakui dalam laporan laba rugi, kenaikan tersebut langsung diakui di ekuitas.

Dalam terjadi penurunan nilai hasi revaluasi:

  • Diakui dengan mendebit ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset tersebut, jika ada, maksimal sebesar saldo surplus revaluasi.
  • Sisanya setelah dinilai yang didebit ke ekuitas, dibebankan ke laporan laba rugi.
  • Tidak diperkenankan adanya negative reserve untuk aset tetap dalam ekuitas.

Surplus revaluasi aset tetap yang disajikan dalam ekuitas dapat dipindahkan ke saldo laba :

  • pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau pelepasan, dengan memindahkan seluruh saldo surplus ke laba ditahan, atau.
  • dapat dipindahkan secara periodik ke laba ditahan yaitu sebesar perbedaan antara jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasi dengan jumlah penyusutan berdasarkan model biaya.
  • Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laporan laba rugi.

Jika entitas mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran aset tetap maka perubahan tersebut berlaku prospektif. Berlaku juga untuk ketentuan transisi pada saat tanggal pertama kali penerapan standar ini.

Perlakuan aset tetap tersedia dijual:

  • Diakui pada saat penghentian operasi
  • Diukur sebesar nilai yang lebih rendah dari jumlah tercatat dibandingkan dengan nilai wajar setelah dikurangi biaya-biaya penjualan aset tersebut.
  • Disajikan sebagai aset tersedia untuk dijual, jika pemulihan jumlah tercatat melalui transaksi penjualan
  • Diungkap dalam laporan keuangan dalam rangka evaluasi dampak penghentian operasi dan pelepasan aset (aset tidak lancar)

Penyusutan

  • Setiap bagian dari aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah.
  • Pengelompokan bagian aset tetap dapat dilakukan berdasarkan pada kesamaan umur manfaat dan metode penyusutan sehingga dapat disatukan dalam menghitung beban penyusutan.
  • Pengelompokan bagian kepada bagian yang lebih rinci diperkenankan.
  • Beban penyusutan setiap periode diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukan (dikapitalisasi) dalam jumlah tercatat aset lainnya.
  • Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset dialokasikan secara sistematis sepanjang umur manfaatnya.
  • Nilai residu dan umur manfaat setiap aset tetap harus di-review minimum setiap akhir tahun buku dan apabila ternyata hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi.
  • Penyusutan diakui walaupun nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak melebihi jumlah tercatatnya.
  • Perbaikan dan pemeliharaan aset tidak meniadakan keharusan untuk menyusutkan aset.
  • Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset adalah jumlah tercatatnya (baik mengikuti model biaya maupun model revaluasi) dikurangi dengan nilai residu aset yang bersangkutan.
  • Beban penyusutan nol pada saat nilai residu sama atau lebih besar dari jumlah tercatat. Kemudian penyusutan dihitung kembali pada saat nilai residu menurun hingga lebih kecil dari jumlah tercatatnya.
  • Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.

Penyusutan dihentikan lebih awal ketika:

  • aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual atau aset tersebut termasuk dalam kelompok aset yang tidak dipergunakan lagi dan diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual; dan
  • aset tersebut dihentikan pengakuannya seperti yang diatur dalam PSAK par 69.

Penyusutan tidak berhenti pada saat aset tersebut tidak dipergunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali apabila telah habis disusutkan. Namun, apabila metode penyusutan yang digunakan adalah usage method (seperti unit of production method) maka beban penyusutan menjadi nol bila tidak ada produksi.

Faktor-faktor dalam menentukan umur manfaat:

  • Prakiraan daya pakai aset dengan merujuk kapasitas atau kemampuan fisik aset dalam menghasilkan sesuatu
  • Prakiraan tingkat keausan fisik, yang tergantung pada faktor pengoperasian aset tersebut, seperti pengaturan shift penggunaan aset dan program pemeliharaan dan perawatan, serta perawatan dan pemeliharaan pada saat aset tidak digunakan (idle)
  • Keusangan teknis dan keusangan komersial yang diakibatkan perubahan atau peningkatan produksi, atau karena perubahan permintaan pasar atas produk atau jasa yang dihasilkan, dan
  • Pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum atau peraturan tertentu, seperti berakhirnya penggunaan sehubungan dengan sewa

Umur manfaat aset ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan entitas. Kebijakan manajemen aset suatu entitas dapat meliputi pelepasan aset setelah waktu tertentu aset digunakan atau setelah bagian tertentu dari manfaat suatu aset dikonsumsi. Karena itu umur manfaat dari suatu aset dapat lebih pendek dari umur ekonomi dari aset tersebut.

Tanah dan bangunan merupakan aset yang berbeda dan harus diperlakukan sebagai aset yang terpisah, meskipun diperoleh sekaligus. Bangunan memiliki umur manfaat yang terbatas, oleh karenanya harus disusutkan. Peningkatan nilai tanah dimana diatasnya didirikan bangunan tidak memengaruhi penentuan jumlah yang dapat disusutkan dari bangunan tersebut. Tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan atau lainnya diperlakukan sesuai dengan PSAK 47: Akuntansi Tanah. Jika biaya perolehan tanah yang di dalamnya termasuk biaya untuk membongkar, memindahkan dan memugar, dan manfaat yang diperoleh dari pembongkaran, pemindahan dan pemugaran tersebut terbatas, maka biaya tersebut harus disusutkan selama periode manfaat yang diperolehnya.

Metode Penyusutan
Metode penyusutan harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan dari aset oleh entitas.
Metode penyusutan harus di-review minimum setiap akhir tahun buku dan, apabila terjadi perubahan yang signifikan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut, maka metode penyusutan harus diubah untuk mencerminkan perubahan pola tersebut. Perubahan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai dengan PSAK 25.

Berikut adalah beberapa Metode penyusutan

  • Garis lurus
  • Saldo menurun
  • Jumlah unit

Diterapkan secara konsisten dari periode ke periode kecuali ada perubahan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis. Dalam menentukan apakah suatu aset tetap mengalami penurunan nilai, entitas menerapkan PSAK 48: Penurunan Nilai Aset. Pernyataan tersebut menjelaskan bagaimana entitas me-review jumlah tercatat asetnya, bagaimana menentukan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset dan kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai
masa depan aset tersebut.

Kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang atau dihentikan harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat kompensasi diakui menjadi piutang. Penurunan nilai atau kerugian aset tetap, klaim atas atau pembayaran kompensasi dari pihak ketiga dan pembelian atau konstruksi selanjutnya atas penggantian aset adalah peristiwa ekonomi yang terpisah dan dicatat secara terpisah dengan ketentuan sebagai berikut:

  • penurunan nilai aset tetap diakui sesuai dengan PSAK 48;
  • penghentian pengakuan aset tetap yang usang atau dilepas ditentukan sesuai dengan Pernyataan ini;
  • kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang atau dihentikan harus dimasukkan dalam penentuan laba atau rugi pada saat kompensasi diakui pada saat menjadi piutang; dan
  • biaya perolehan aset tetap yang diperbaiki, dibeli atau dikonstruksi sebagai penggantian ditentukan sesuai dengan Pernyataan ini.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Akuntansi Aset Tetap-Pengakuan Awal ( PSAK 16 – 2007 )

Substansi revisi PSAK 16 – 2007 :

  • Terdapat beberapa perlakuan biaya dan pengakuan yang tidak diatur dalam PSAK sebelumnya.
  • Dalam pertukaran aktiva tetap di edisi revisi ini tidak membedakan apakah pertukaran tersebut sejenis atau tidak serta tidak menyebutkan apakah ada keuntungan atau tidak.
  • Diperkenankannya revaluasi aktiva tetap dimana pada PSAK sebelumnya revalusi tidak diperkenankan.

Tujuan PSAK ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi aset tetap, agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas di aset tetap, dan perubahan dalam investasi tersebut.
Isu utama dalam akuntansi aset tetap adalah:

  1. Pengakuan aset,
  2. Penentuan jumlah tercatat,
  3. Pembebanan penyusutan, dan
  4. Rugi penurunan nilai atas aset tetap.

Ruang lingkup penerapan PSAK 16:

  • Diterapkan untuk akuntansi aset tetap
  • Tidak berlaku untuk hak penambangan dan reservasi tambang seperti minyak, gas alam dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
  • Penyusutan dalam aset tetap sewaan pembiayaan
  • Properti investasi yang sedang dikonstruksi atau kembangkan

Beberapa definisi yang berkaitan :

  • Nilai khusus entitas (entity specific value) adalahnilai kini dari arus kas suatu entitas yang diharapkan timbul dari penggunaan aset dan dari pelepasannya pada akhir umur manfaat atau yang diharapkan terjadi ketika penyelesaian kewajiban.
  • Jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual neto dan nilai pakai (value in use) suatu aset.
  • Aset tetap adalah aset berwujud yang :
    - Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan, atau untuk tujuan administrasi dan
    - Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode
  • Jumlah tercatat (carrying amount) adalah nilai yang disajikan dalam neraca setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
  • Umur manfaat (useful life) adalah:
    • suatu periode di mana aset diharapkan akan digunakan oleh entitas; atau
    • jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset tersebut
      oleh entitas.

PENGAKUAN

Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika:

  • besar kemungkinan manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
  • biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
  • Beberapa aset berikut dapat diakui sebagai aset tetap, jika memenuhi persyaratan pengakuan:
    • Suku cadang dan peralatan pemeliharaan
    • Aset yang digunakan untuk alasan keamanan atau lingkungan
    • Penggantian secara periodik komponen-komponen tertentu dalam aset tetap
    • Biaya inspeksi yang nilainya signifikan

     

PENGUKURAN AWAL

Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan.
Komponen biaya perolehan
Harga perolehan
Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung
Estimasi awal biaya pembongkaran, pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. (PSAK 14/PSAK 57)

Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung kedalam biaya perolehan:

  • Biaya imbalan kerja
  • Biaya penyiapan lahan untuk pabrik
  • Biaya handling dan penyerahan awal
  • Biaya perakitan dan instalasi
  • Biaya pengujian aset, net penjualan dari produk yang dihasilkan selama masa pengujian
  • Komisi profesional

Biaya-biaya yang bukan biaya perolehan aset tetap
Biaya pembukaan fasilitas baru
Biaya pengenalan produk baru (termasuk iklan dan aktivitas promosi)
Biaya penyelenggaraan bisnis dilokasi baru atau kelompok pelanggan baru (termasuk biaya pelatihan staf)
Administrasi dan biaya overhead
Kerugian awal operasi, seperti ketika permintaan rendah
Biaya relokasi atau reorganisasi sebagian atau seluruh operasi entitas

Pengakuan terhadap biaya-biaya dalam jumlah tercatat suatu aset tetap dihentikan ketika aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. Sehingga, biaya pemakaian dan pengembangan aset tidak dimasukan kedalam jumlah tercatat aset tersebut.

Biaya-biaya yang tidak dapat dikapitalisasi aset tetap :

  • Biaya-biaya yang terjadi ketika aset telah mampu beroperasi sebagaimana dimaksud manajemen namun belum dipakai atau masih rendah tingkat produksinya.
  • Biaya-biaya yang terjadi tetapi tidak dimaksudkan untuk membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar setiap aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. Contoh penghasilan beban dari lahan parkir yang harus langsung dibebankan ke P&L

Biaya perolehan aset tetap diakui setara nilai tunainya dan diakui pada saat terjadinya.
Perbedaan nilai tunai dengan pembayaran total akibat penangguhan pembayaran yang melampaui kredit normal diakui sebagai beban bunga selama periode kredit, kecuali dikapitalisasi sesuai PSAK 26.

Biaya perolehan aset tetap yang diperoleh melalui pertukaran diukur pada nilai wajar, kecuali:

  • transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial; atau
  • nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
  • Biaya perolehan diukur pada nilai tercatat aset yang diserahkan.

Penentuan adanya substansi komersial:

  • Konfigurasi (risiko, waktu, dan jumlah) arus kas aset yang diterima berbeda dari konfigurasi aset yang diserahkan, atau
  • Nilai khusus entitas dari kegiatan operasional entitas yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut berubah sebagai akibat dari pertukaran; dan
  • Selisih antara (a) dan (b) adalah relatif signifikan terhadap nilai wajar dari aset yang dipertukarkan.

Jika nilai wajar aset yang diterima atau diserahkan dapat ditentukan secara andal, maka digunakan nilai wajar yang lebih jelas.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Kisi-kisi soal Akuntansi Manajemen-Untuk Peserta USAP


Akuntansi Manajemen-Untuk Peserta USAP

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 6.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Kisi-kisi soal ujian Brevet A : KUP/PPSP/BPSP

Kisi-kisi soal ujian Brevet A : KUP/PPSP/BPSP

Selamat Mencoba

Anda harus mengisi dengan teks.
Anda harus mengisi alamat dengan email.

Leaderboard: Kisi-kisi soal ujian Brevet A : KUP/PPSP/BPSP

maksimum dari 12 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Akuntansi Manajemen (Quiz 1)

Akuntansi Manajemen (Quiz 1)

Yuk kita uji kemampuan Akuntansi Dasar kita

Leaderboard: Akuntansi Manajemen (Quiz 1)

maksimum dari 15 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Try Out CPA – AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN ORGANISASI NIRLABA (ESSAY)

Try Out CPA - AKUNTANSI PEMERINTAHAN & NIRLABA (ESSAY)

CPA REVIEW FEUI
MODUL AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Anda harus mengisi dengan teks.
Anda harus mengisi alamat dengan email.

Leaderboard: Try Out CPA - AKUNTANSI PEMERINTAHAN & NIRLABA (ESSAY)

maksimum dari 3 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Try Out CPA – AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

Try Out CPA - AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

CPA REVIEW FEUI
MODUL AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

Leaderboard: Try Out CPA - AKUNTANSI ORGANISASI NIRLABA

maksimum dari 15 poin
Pos. Nama Masuk ke Poin Hasil
Tabel sedang loading
Data tidak tersedia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

MYOB Modul – Spend Money

Seperti yang dibahas secara singkat sebelumnya pada postingan “Modul MYOB – Banking” bahwa menu ini khusus untuk melakukan pencatatan pembayaran/pengeluaran kas/bank. Untuk pembayaran supplier/ utang usaha yang ketika melakukan pembelian melalui menu “Purchase” tidak diperkenankan menggunakan menu ini (Spend Money) dan harus dicatat melalui “Pay Bill” pada jendela “Purchase”

Keterangan :

- Account : Jika anda klik maka akan tampil kotak dialog “Select form list”, Pilih Account Bank yang akan digunakan sebagai sumber pengeluaran.

- Balance : Untuk menunjukkan saldo Kas/Bank yang dipilih

- Tax Inclusive : Klik kotak disamping tulisan “Tax Inclusive” untuk mencentrang jika pengeluaran tersebut sudah termasuk pajak, jika belum termasuk pajak, maka kosongkan. Contoh pengeluaran dengan Tax Inclusive dapat dilihat di http://akuntansi.name/?p=5478

- Card : Gunakan kotak ini untuk memilih kepada siapa pengeluaran tersebut ditujukan.

- Payee : Pilih Alamat berdasarkan “Card” yang dipilih, Alamat tersebut terdapat 5 pilihan alamat yang telah diinput sebelumnya melalui Menu “Card File” yaitu “Address 1, Address 2,…,Address 5.

- Memo : Isi kolom ini dengan keterangan atas pengeluaran tersebut, misal “Biaya Utilitas bulan Maret 2014.

- Cheque No : Kolom ini diisi dengan Nomor urut Bukti Pengeluaran (Cheque) yang sebenarnya telah disediakan oleh MYOB dan terisi secara otomatis, jika anda mempunyai format nomor pengeluaran sendiri maka anda dapt merubah kolom ini.

- Date : Diisi dengan tanggal transaksi.

- Amount : Diisi dengan besaran pengeluaran, misal Rp. 1.000.000 terdiri dari Listrik 300.000, Air 300.000 dan telepon 400.000, maka pada kolom ini isi dengan angka 1.000.000

- Account : Pilih Akun yang digunakan/dialokasikan atas pengeluaran tersebut, misal Biaya Listrik maka anda dapat pilih kode akun “6-xxxx” Biaya Listrik.

- Name : Akan terisi secara otomatis berupa “Nama Akun” berdasarkan kode akun yang anda Pilih yaitu “Biaya Listrik”

- Amount : Isi dengan jumlah yang dialokasikan, berdasarkan contoh diatas adalah “Biaya Listrik” maka isikan dengan angka sesuai yang dialokasikan yaitu Rp. 400.000

- Job : Isi dengan kode projek jika perusahaan anda mengerjakan suatu proyek.

- Memo : Isi dengan keterangan berdasarkan pengeluaran yang dialokasikan, misal “Biaya Listrik Bulan Maret 2014″

- Tax : Pilih dengan Kode Pajak yang telah anda buat

- Save as Recuring : Klik tombol ini jika transaksi ini merupakan transaksi berulang atau rutin dan akan digunakan kembali nantinya.

- Use Recuring : Klik tombol ini untuk menggunakan transaksi yang telah anda simpan melalui “Save Recuring” sebelumnya.

- Category : Klik kolom ini dan pilih jika anda ingin mengalokasikan pengeluaran tersebut ke suatu departemen atau cabang.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Modul Bank – Bank Register

Di dalam Bank register akan ditampilkan mutasi setiap akun kas/bank, selain itu melalui menu ini dapat dilakuka pencatatan transaksi yang berkaitan dengan Kas/Bank, tidak hanya itu saja melalui menu ini anda juga dapat memindahbukukan saldo dari akun satu ke akun lainnya.

Berikut beberapa transaksi yang dapat dicatat pada menu Bank Register diantaranya (lihat gambar peraga dibawh ini) :

  1. Spend money : Jika anda ingin melakukan pencatatan transaksi pengeluaran uang.
  2. Receive money : Jika anda ingin melakukan pencatatan transaksi penerimaan uang.
  3. Enter sale : Jika anda ingin melakukan pencatatan transaksi penjualan lain-lain (khusus penjualan tunai).
  4. Receive payment : Transaksi penerimaan pelunasan piutang.
  5. Enter purchase : Jika anda ingin melakukan pencatatan transaksi pembelian lain-lain (khusus pembelian tunai).
  6. Pay bill : transaksi pembayaran hutang.
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Comments

comments

Proudly using Dynamic Headers by Nicasio WordPress Design